Laporkan Masalah

Rational Emotive Behavior Therapy Untuk Mengatasi Kecemasan Pada Pecandu Napza

PAULINE PINKAN P, Prof. Dr. M. Noor Rochman Hadjam, S.U.

2016 | Tesis | S2 Psikologi Profesi

Adiksi Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (Napza) memerlukan penanganan yang komprehensif, baik dari segi biologis maupun psikologis. Menjalani rehabilitasi komunitas terapeutik menyebabkan pecandu rentan mengalami berbagai emosi negatif, terutama kecemasan. Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dapat membantu pecandu memperbaiki keyakinan-keyakinan yang tidak rasional yang berkontribusi pada kecemasan dan mengganggu proses rehabilitasi mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali efektivitas REBT dalam menurunkan kecemasan selama menjalani rehabilitasi komunitas terapeutik. Partisipan penelitian adalah 3 residen berusia 21-30 tahun yang telah mengalami kecanduan Napza selama lebih dari satu tahun. Penelitian ini menggunakan desain multiple baseline across participants. Alat ukur yang digunakan adalah Beck Anxiety Inventory (BAI), Skala REBT, dan Penilaian Diri Harian. Analisis data dilakukan dengan cara inspeksi visual dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa REBT tidak efektif menurunkan kecemasan pada pecandu yang sedang menjalani rehabilitasi.

Drugs addiction requires comprehensive treatment both biologically and psychologically. Attending Therapeutic Community (TC) causes addicts easily experience negative emotions, especially anxiety. Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) can help them dispute their irrational beliefs that might contribute to anxiety and hinder their rehabilitation processes. The aim of this research was to explore the effectiveness of REBT on decreasing anxiety among TC residents. REBT was given to 3 male residents aged 21-30 and had been addicted to drugs for more than a year. This research used multiple baseline across participants as its design. Beck Anxiety Inventory (BAI), REBT Scale, and daily self-rating were the instruments used in this research. Data were analyzed with visual inspection and qualitative analysis. Result showed that REBT wasn�t effective in reducing resident�s anxiety.

Kata Kunci : rational emotive behavior therapy, kecemasan, adiksi, komunitas terapeutik

  1. S2-2016-356042-abstract.pdf  
  2. S2-2016-356042-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-356042-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-356042-title.pdf