KARAKTERISTIK PENCITRAAN MAMOGRAFI KANKER PAYUDARA DI KLINIK KHUSUS ONKOLOGI KOTABARU PERIODE 2011-2014
ABDI MARANG GUSTI AL HAQ, Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad(K);dr. Yana Supriatna, Sp.Rad, Ph.D
2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Angka kematian kanker payudara telah menurun dalam 3 dekade terakhir. Salah satu alasan mengapa angka kematian kanker payudara menurun adalah karena kemajuan dari alat skrining dan diagnostik. Salah satu alat skrining dan diagnostik tersebut adalah mamografi. Di dalam skrining dan diagnosis kanker payudara menggunakan mamografi, kanker payudara dapat memberikan karakteristik pencitraan mamografi yang sangat beragam. Tujuan: Mengetahui karakteristik pencitraan mamografi kanker payudara pada wanita Yogyakarta. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional. Pengambilan data diambil secara potong lintang retrospektif. Hasil: Didapatkan 45 pasien kanker payudara yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Distribusi yang didapatkan adalah umur 35-54 tahun (69%), lesi tunggal (78%), hyper dense (91%), spiculated (67%), batar tidak tegas (73%), tanpa halo sign (96%), kalsifikasi intra lesi (33%), penebalan kutis (44%), retraksi puting (31%), metastasis limfonodi aksila (67%), dan menghilangnya hilum limfonodi aksila (73%). Dilakukan uji kappa intra-observer dari semua karakterisitik pencitraan mamografi. Didapatkan hasil sangat baik pada semua karakteristik kecuali hilum limfonodi aksila; kappa dari hilum limfonodi aksila adalah cukup. Kesimpulan: Didapatkan karakteristik pencitraan mamografi kanker payudara berupa lesi tunggal, hyper dense, spiculated, dengan batas tidak tegas dan tanpa halo sign. Disertai dengan metastasis limfonodi aksila dan menghilangnya hilum dari limfonodi aksila. Kalsifikasi intra-lesi ditemukan pada 33% subjek, penebalan kutis pada 44% subjek, dan retraksi puting pada 31% subjek.
Background: Breast cancer mortality rate has decreased in the last three decades. It is believed due to the advance of mammography as a screening and diagnostic tool. However, mammography features have many variations. Even cases of the same subtypes based on pathology can have different mammographic features. Objectives: To know the distribution of the mammographic features in patients with histologically proven breast cancer. Methods: A retrospective cross-sectional observational descriptive study of Klinik Khusus Onkologi Kotabaru breast cancer patients’ mammogram. Results: A total of 45 breast cancer patients were included. The distributions were 35-54 year old (69%), single lesion (78%), hyper dense (91%), spiculated (67%), irregular margin (73%), without halo sign (96%), intra-lesion calcification (33%), skin thickening (44%), nipple retraction (31%), lymph node metastases (67%), and disappearing lymph node hilum (73%). Kappa analysis was conducted and the results of all features except disappearing lymph node hilum were excellent, meanwhile the disappearing lymph node hilum was fair. Conclusion: Breast cancer in KKOK mainly presents as a single, hyper dense, spiculated lesion with irregular margin and without halo sign. Breast cancer in KKOK also mainly presents with axillary lymph node metastases and disappearing lymph node hilum. Intra-lesion calcification was found in 33% patients, skin thickening in 44% patients, and nipple retraction in 31% patients.
Kata Kunci : breast cancer, mammography, features, characteristic, Yogyakarta