KARAKTERISTIK PENCITRAAN ULTRASONOGRAFI FIBROADENOMA PAYUDARA DI KLINIK KHUSUS ONKOLOGI KOTABARU PERIODE 2011-2014
NAUFAL ARKAN ARIJ, Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad(K); dr. Yana Supriatna, Sp.Rad, Ph.D
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Fibroadenoma payudara merupakan penyakit tumor jinak yang sering terjadi pada wanita muda berusia 20-30 tahun. Untuk menegakkan diagnosis penyakit tersebut, digunakan triple diagnosis yakni pemeriksaan klinis, pemeriksaan radiologis, dan pemeriksaan patologi anatomi. Pemeriksaan radiologis yang digunakan pada pemeriksaan ini dengan menggunakan ultrasonografi. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik gambaran radiologi ultrasonografi payudara dari fibroadenoma payudara yang disesuaikan dengan hasil patologi. Metode: Tiga puluh tiga subjek yang melakukan pemeriksaan ultrasonografi dan patologi anatomi dinilai karakteristik ultrasonografinya. Terdapat 10 karakteristik ultrasonografi yang dinilai pada penelitian ini. Hasil: Uji Kappa intraobserver dilakukan pada 7 karakteristik dengan nilai masing-masing: jumlah (0,78); orientasi (1); batas lesi (0,44); edema (0,44); distorsi arsitektural (1); penebalan kulit (0,74); dan kalsifikasi intralesi (0,21). Karakteristik yang didapatkan, diambil yang terbanyak tiap masing-masing item yakni: jumlah multipel pada 23 subjek (70%); ukuran 1-3 cm pada 27 subjek (82%); bentuk oval pada 27 subjek (82%); tepi tegas pada 29 subjek (88%); orientasi paralel pada 32 subjek (97%); batas lesi abrupt interface pada 20 subjek (61%); pola echo hypoechoic pada 26 subjek (79%); posterior acoustic enhancement pada 29 subjek (88%); tidak terdapat kalsifikasi intralesi pada 26 subjek (79%); perubahan duktus pada 3 subjek (9%); tidak ada penebalan kulit, edema dan distorsi arsitektural. Kesimpulan: Fibroadenoma payudara di Klinik Khusus Onkologi Kotabaru memiliki gambaran sonografi multipel, berukuran 1-3 cm, berbentuk oval, dengan batas tegas, memiliki orientasi paralel, dengan batas lesi abrupt interface, massa hypoechoic dengan terdapat posterior acoustic enhancement. Tidak ditemukan penebalan kulit, edema dan distorsi arsitektural dengan sedikit perubahan duktus dan kalsifikasi intralesi.
Background: Fibroadenoma of the breast is a benign tumor that is commonly found in women at the age of 20-30. For establishing the diagnosis, we must use triple diagnosis which consist of clinical examination, radiologic examination, and anatomical pathology examination. Objective: To know the ultrasound characteristics for fibroadenoma of the breast adapted with anatomical pathology result. Method: Ultrasound characterisctic of thirty three subjects who did the ultrasound and anatomical pathology exam were assessed. There were 10 ultrasound characteristics assessed in this research. Result: There were 7 characteristics assessed with Kappa intraobserver with each values: amount (0,78); orientation (1); lesion boundary (0,44); edema (0,44); architectural distortion (1); skin thickening (0,74) and intralesion calcification (0,21). Here were the obtained characteristics with the highest value each: multiple amount in 23 subjects (82%); 1-3 cm size in 27 subjects (82%); oval shape in 27 subjects (82%); firm edge in 29 subjects; parallel orientation in 32 subjects (97%); abrupt interface lesion boundary in 20 subjects (61%); hypoechoic in 26 subjects (79%); posterior acoustic enhancement in 29 subjects (88%); ductal changes in 3 subjects (9%); no intralesion calcification in 26 subjects (79%); there were no skin thickening, edema and architectural distortion. Conclusion: Fibroadenoma of the breast at KKOK had multiple amount, 1-3 cm size, oval shape, firm edge, parallel orientation, abrupt interface lesion boundary, hypoechoic mass with posterior acoustic enhancement. There were no skin thickening, edema and architectural distortion with little amount of ductal changes and intralesion calcification.
Kata Kunci : Karakteristik, Ultrasonografi, Fibroadenoma, Patologi anatomi, Ultrasound, Characteristics, Fibroadenoma, Anatomical pathology