PERAN STRES MENGEMUDI DAN KEMATANGAN EMOSI TERHADAP KEDISIPLINAN BERLALU LINTAS
AHMAT DARTONO, Fathul Himam, M.Psi.,MA.,Ph.D.
2016 | Tesis | S2 Psikologi ProfesiKepadatan, kemacetan dan ketidaktertiban adalah potret kondisi lalu lintas saat ini terutama di kota-kota besar Indonesia. Hal ini disebabkan karena ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan dengan volume jalan. Faktor lain adalah rendahnya tingkat disiplin dalam berlalu lintas oleh para pengguna jalan. Kondisi ini menyebabkan ketidakefisienan, baik dari segi waktu maupun biaya. Dampak lain yang muncul dari kondisi tersebut adalah tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Kedisiplinan berlalu lintas dipengaruhi oleh berbagai aspek, baik yang bersifat internal yaitu kematangan emosi maupun bersifat eksternal yaitu stres pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran kematangan emosi dan stres kerja terhadap kedisiplinan berlalu lintas. Subjek pada penelitian ini sebanyak 234 orang pengemudi angkutan umum. Pengemudi angkutan umum dipilih sebagai subyek penelitian karena keberadaannya sebagai salah satu unsur pokok pengguna jalan, yang tentu mempunyai andil terhadap kondisi lalu lintas di jalan. Metode pengumpulan data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan tiga kuesioner, yaitu kuesioner kedisiplinan berlalu lintas, kuesioner kematangan emosi dan kuesioner stres kerja. Teknik analisis data menggunakan analisa regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosi dan stres kerja secara bersama-sama dapat memprediksi disiplin berlalu lintas dengan sangat signifikan (β=0.492, t= 12,093, p<0,01), dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima. Implikasi dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan yang bersifat ilmiah dan obyektif bagi pemangku kepentingan dalam mengambil kebijakan tentang transportasi umum untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas.
Densities, congestions and disordersare portraits of the current traffic conditions, especially in big cities in Indonesia. These phenomena were caused by an imbalance between the numbers of vehicles and the volume of road. Another factor is the low level of discipline among road users. This condition leads to inefficiency, in terms of both time and cost. Other impacts of this condition are the high number of traffic accidents. Traffic discipline is influenced by many aspects, both internal and external aspects that is emotional maturity and job stress. This study was aimed to examine the role of emotional maturity and work stress on traffic discipline. 234 public transport drivers were involved in this study. Public transport drivers were chosen as research subjects because of their presence as one of the principal elements of road users, which would have contributed to the traffic conditions on the road. Data collected quantitatively using three questionnaires, the questionnaire traffic discipline, emotional maturity questionnaire and work stress questionnaire. Multiple regression analysis technique was used to analyze the data. The result of research suggested that emotional maturity and work stress could predict the traffic discipline significantly (β=0.492, t= 12,093, p<0,01), therefore the hypothesis was be accepted. Implications of this research expected to be input as a scientific and objective for stakeholders in the public transportation policy to improve traffic discipline.
Kata Kunci : kedisiplinan lalu lintas, kematangan emosi, stres kerja, angkutan umum.