HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN SUBJECTIVE WELL BEING PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN
ELYA MARFU`ATUN, Dr. Muhana Sofiati Utami
2016 | Skripsi | S1 PSIKOLOGITinggal dan hidup di panti asuhan bukanlah hal mudah bagi remaja. Masa remaja yang dikenal dengan masa krisis, ditandai dengan berbagai perubahan fisik dan psikologis yang tidak jarang menimbulkan permasalahan tersendiri. Beberapa penelitian terdahulu mengungkap adanya patologi-patologi yang dialami oleh remaja yang tinggal di panti asuhan. Fakta di lapangan yang ditemukan peneliti menunjukkan bahwa tidak sedikit remaja di panti asuhan yang mampu mengembangkan potensi yang dimiliki dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan subjective well being pada remaja di panti asuhan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara dukungan sosial dan subjective well being. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 122 remaja yang tinggal di panti asuhan dengan rentang usia antara 13 – 18 tahun. Analisis data dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment menghasilkan rxy = 0,746 dengan p<0,01yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dan subjective well being. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima, maka semakin tinggi pula subjective well being yang dirasakan oleh individu. Kesimpulan lain dari penelitian ini adalah dukungan sosial yang diterima oleh remaja di panti asuhan berada pada kategori tinggi, sedangkan subjective well being remaja dalam penelitian ini berada pada kategori sedang.
Stay and live in the orphanage was not easy for a adolescent. Adolescence, known as identity crisis stage, has rapid physical growth and psychological changes. Several previous studies revealed the existence of pathologies suffered by adolescent who lived in the orphanage. Reality on the ground discovered by researcher showed that there are some adolescents who are able to develop their potential and achieve accomplishments. This research aims to investigate the relationship between social support and subjective well being among adolescent in orphanage. It was hypothesized that there is a positive relationship between social support and subjective well being. There were 122 adolescents in this research between the ages of 13 and 18 years old. Data analysis using Product Moment correlation technique showed rxy=0,746 with p<0,01 pointing out that there is significant positive correlation between social support and subjective well being. That result proved that hypothesis was accepted. Another conclusion of this study is the received social support at the high category, whereas subjective well being are in the medium category.
Kata Kunci : Dukungan Sosial, Subjective Well Being, Remaja, Panti Asuhan