KAJIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN PERAIRAN KALI JENDI AKIBAT KEGIATAN PENGOLAHAN EMAS TRADISIONAL DI KECAMATAN SELOGIRI KABUPATEN WONOGIRI
SAPRIAN, Dr. Langgeng Wahyu Santoso,M.Si;Dr. Tjahyo Nugroho Adjie,M.Sc.Tech
2016 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganLimbah cair dari kegiatan pengolahan emas secara tradisional di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri yang dibuang ke badan air tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu memiliki risiko yang tinggi terhadap kasus pencemaran air Kali Jendi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pencemaran lingkungan perairan Kali Jendi akibat kegiatan pengolahan emas tradisional dan kemudian merumuskan strategi pengelolaan lingkungan perairan Kali Jendi untuk mengantisipasi pencemaran akibat pengolahan emas tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, yaitu metode yang menekankan observasi dan pengukuran terhadap berbagai obyek kajian atau variabel penelitian. Hasil pengukuran tersebut kemudian digunakan untuk analisis kajian pencemaran lingkungan perairan yang ditinjau dari penurunan kualitas sungai, kondisi komponen biotik serta pengaruh aktifitas sosial masyarakat di sekitar Kali Jendi. Dari aspek geofisik, berdasarkan hasil pengujian kualitas air limbah dan air sungai, diketahui bahwa tidak terjadi kerusakan lingkungan perairan Kali Jendi akibat proses pengolahan emas tradisional. Dari aspek biotik dapat disimpulkan bahwa kondisi vegetasi di sekitar Kali Jendi masih relatif baik. Sementara itu, dari aspek kultural disimpulkan bahwa kondisi pencemaran Kali Jendi tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial masyarakat seperti pengetahuan, persepsi dan sikap masyarakat terhadap limbah dan pencemaran lingkungan. Strategi pengelolaan lingkungan perairan Kali Jendi dalam rangka untuk mengantisipasi pencemaran akibat pengolahan emas tradisional yaitu dengan meningkatkan upaya pengelolaan limbah, menetapkan daya tampung beban pencemaran, dan meningkatkan pemantauan kualitas air.
Waste water of the traditional gold mining prcessing in Jendi village, Selogiri District in Wonogiri Regency which flowed directly to the Jendi River has the high risk to contaminate the water. This research was conducted to determine the contamination level of the water due to the traditional gold mining processing and then create the environmental management strategies to anticipate the water contamination due to the traditional gold mining processing. The research was used the survey method which emphasize to the observation and measurement of object or reasearch variable. The result of observation and measurement was used to analyze the water contamination from the degradation of water river quality, biotic componen condition and the influence of cultural componen arround the Jendi River to the water contamination due to the traditional gold mining processing. From the geophysical aspects, based on the results of testing the quality of waste water and river water, it is known that there is no damage to the aquatic environment due to processing Kali Jendi traditional gold. From the aspect of biotic can be concluded that the condition of the vegetation around Kali Jendi still relatively good. Meanwhile, from the aspect of cultural concluded that pollution conditions Kali Jendi can not be separated from the social aspects of society such as knowledge, perceptions and attitudes towards waste and environmental pollution.
Kata Kunci : Pengolahan Emas Tradisional, Pencemaran Lingkungan, Lingkungan Perairan, Strategi Pengelolaan Lingkungan