PENGARUH BELANJA PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI (Studi Kasus: Provinsi Sulawesi Barat, 2006-2013)
TAUFAN H PRASETYO, Eny Sulistyaningrum, M.A., Ph.D.
2016 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanProvinsi Sulawesi Barat adalah Daerah Otonom Baru (DOB) yang terbentuk sejak sejak 5 Oktober 2004. Sebagai DOB, peran pemerintah daerah akan sangat berperan dalam memacu laju pertumbuhan ekonomi. Peran pemerintah daerah dapat tercermin dalam pengalokasian belanja pemerintah. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa daerah yang memiliki sektor basis lebih dari 1 akan lebih cepat berkembang dari pada yang tidak memiliki sektor basis. Sulawesi Barat belum memiliki penelitian terkait sektor basis, sehingga penentuan sektor basis penting dilakukan. Hal ini dilakukan agar pemerintah dapat fokus dalam pembangunan dan tepat sasaran dalam pengalokasian belanjanya. Penelitian ini menjelaskan pengaruh belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi, serta menentukan sektor basis dari Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian menggunakan data panel dengan melibatkan 5 kabupaten dengan periode waktu 8 tahun. Untuk dapat menentukan sektor basis Sulawesi Barat digunakan analisis regional dengan menggunakan location quotient (LQ). Untuk menjelaskan pengaruh belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi, penelitian ini membagi belanja pemerintah menjadi 2 model di mana Model-1 menggunakan variabel belanja modal, belanja operasi, dan tenaga kerja. Model-2 menggunakan belanja pemerintah bidang pendidikan, bidang kesehatan dan infrastruktur, serta tenaga kerja, sedangkan variabel dijelaskan adalah variabel PDRB. Model regresi yang dipilih menggunakan pendekatan teori Solow. Hasil analisis LQ menghasilkan kesimpulan bahwa Sulawesi Barat memiliki 2 sektor basis yang memiliki keunggulan dari provinsi lainnya di Pulau Sulawesi. Pengaruh belanja pemerintah terhadap PDRB Sulawesi Barat dapat dianalisis menggunakan regresi data panel dengan menggunakan model fixed-effects dan didapatkan kesimpulan bahwa belanja modal berpengaruh negatif terhadap PDRB, sedangkan belanja operasi memiliki pengaruh positif terhadap PDRB. Belanja pemerintah bidang pendidikan memiliki pengaruh positif terhadap PDRB, sedangkan belanja pemerintah bidang kesehatan tidak berpengaruh. Belanja pemerintah bidang infrastruktur memiliki pengaruh negatif terhadap PDRB. Tenaga kerja memiliki pengaruh positif pada kedua model PDRB.
Sulawesi Barat province is new autonomous region formed since since October 5, 2004. As the DOB, the role of local governments will be instrumental in spurring economic growth. The role of local government can be reflected in the allocation of government spending. Previous studies stating that the area has a base of more than one sector will grow faster than the sector does not have a base. Sulawesi Barat yet have related research sector basis, so that the determination of the basic sector is necessary. This is done so that the government can focus in development and targeted in the allocation of spending. This study describes the effect of government spending on economic growth, and to determine the basic sector of Sulawesi Barat province. Research using panel data involving five districts with a period of 8 years. To be able to determine the basic sector of Sulawesi Barat used regional analysis using quetient location (LQ). To explain the effect of government spending on economic growth, this study divides government spending into 2 model in which the Model-1 using a variable capital expenditure, operating expenditure, and labor. Model-2 using government spending in education, health, infrastructure, and labor, while the GDP variable is a variable explained. Regression models were proposed using Solow theory approach. LQ analysis results lead to the conclusion that the Sulawesi Barat has two basic sector which has the advantage of other provinces in Sulawesi. The influence of government spending to GDP West Sulawesi can be analyzed using panel data regression using fixed-effects models and it was concluded that the capital expenditure negatively affect GDP, while spending on operations have a positive influence on GDP. Government spending in education has a positive influence on GDP, whereas government spending does not affect health. Government spending in infrastructure has a negative effect on GDP. Labor in both models have a positive effect on GDP.
Kata Kunci : Pengeluaran pemerintah, regresi data panel, Sulawesi Barat, pertumbuhan ekonomi.