Geokimia Rembesan Gas Alam di Daerah Boto dan Sekitarnya, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah
PRACOYO ADI PAMECO, Dr. D. Hendra Amijaya, S.T., M.T.
2016 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGIRembesan gas alam diketahui muncul di Daerah Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pada daerah ini dijumpai tiga titik rembesan gas serta satu titik rembesan minyak bumi. Gas alam pada daerah tersebut belum diketahui secara jelas apakah memiliki genetik biogenik atau termogenik. Karakterisasi geokimia terhadap gas, terutama dalam penelitian ini dengan menggunakan isotop dilakukan guna mengetahui genetik dari gas hasil rembesan di daerah penelitian. Uji komposisi gas dilakukan dengan menggunakan alat GC sedangkan uji isotop stabil karbon dan deuterium dari gas metana dilakukan dengan menggunakan alat GC-IRMS. Gas alam pada daerah penelitian memiliki komposisi dominan metana yaitu sebesar 53-85% dan sebesar > 99% untuk normalisasi hidrokarbon. Gas alam tersebut merupakan dry thermogenic gas yang merupakan hasil dari proses pematangan termal (thermal maturity) dengan nilai isotop C13 CH4 -27.97permil dan -35.61permil, dan isotop D CH4 -109permil dan -112permil. Gas tersebut kemungkinan berasal dari batuan di bawah Formasi Pelang berupa batuserpih yang ekuivalen dengan Formasi Ngimbang atau Formasi Ngimbang itu sendiri. Daerah penelitian tersusun atas tiga satuan geologi yaitu satuan batulempung karbonatan sisipan batupasir tufan, endapan gravel pasiran, dan satuan lava andesit. Struktur geologi yang dijumpai pada daerah penelitian yaitu Antiklin Bancak, Sesar Geser Galeh dan Sesar Geser Bantal. Merembesnya gas alam ke permukaan dipengaruhi oleh struktur geologi tersebut. Terdapat struktur sesar geser yang segaris dengan titik-titik rembesan gas dan menjadi jalan bagi hidrokarbon untuk bermigrasi ke permukaan.
Natural gas seepages are found in Boto Area, Bancak, Semarang, Central Java Province. In this area, three location of gas seepages and one of oil seepage are found. The genetic type of natural gases haven't known yet before. Geochemical characterization of natural gas, especially using isotope analysis, is conducted to know the genetic type of gas seepages in this area. Compositional analysis of gas using GC instruments and stable isotopes of methane's carbon and deuterium analysis using GC-IRMS instruments. Natural gases in this area are composed by 53-85% of methane predominant and > 99% for normalized hydrocarbon. Those gases are thermogenic gas generated by thermal maturity process with value of isotope C13 CH4 are -27.97permille and -35.61permille, and value of isotope D CH4 are -109permille and -112permille. The gas is probably derived from shale under Pelang Formation which is equivalent to Ngimbang formation or Ngimbang Formation itself. The study area consists of three geological units, namely calcareous claystone with interbedded tuffaceous sandstones, sandy gravel, and andesite lava. Geological structures found in areas of research are Bancak anticline, Galeh sinistral fault, and Bantal sinistral fault. Natural gases that seep to the surface is affected by geological structures. There is a strike slip fault which align with gas seepage locations and became a conduit for hydrocarbons migration to the surface.
Kata Kunci : isotop, rembesan gas, metana, Boto, Bancak