Analisis penempatan pegawai dalam hubungannya dengan peningkatan motivasi dan kinerja di lingkungan sekretariat daerah kota Tangerang
SALAHUDIN, Yusuf, Prof.Dr. Asip Hadipranata, Psi
2002 | Tesis | Magister ManajemenPengelolaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dpandang sebagai salah satu jawaban dalam menyikapi era Otonomi Daerah dan beratnya tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah kedepan, sebab hanya sumber daya manusia yang handal dan prestatiflah yang mampu bersaing dan mendapat manfaat dari era Otonomi Daerah tersebut. Untuk mendapatkan sumber daya manusia tersebut seorang karyawan tidak hanya cukup memiliki keterampilan saja akan tetapi ia juga hams memiliki motivasi untuk menghasilkan kinerja yang lebih tinggi. Dalam setiap organisasi apapun namanya sudah pasti memiliki tujuan yang akan dicapai. Secara lebih t e h s tujuan-tujuan tersebut diwujudkan oleh unit atau bagian-bagian yang dikelola oleh orang-orang yang profesional secara bersama-sama. Selanjutnya untuk menjalankan visi dan misinya para karyawan tersebut hams ditempatkan sesuai dengan keahlian dan kemampuannya disamping memperhatikan kecocokan dengan latar belakang pendidikan, bakat dan minatnya. Sebagaimana pendapat Schuller dan Jackson ( 1999) bahwa Tepat tidaknya penempatan seseorang tergantung pada kesesuaian antara pengetahuan, keterampilan, kemampuan seseorang dan tuntutan pekerjaan serta kecocokan antara kepribadian, minat, kesukaan, serta kesempatan dan budaya yang terkait dengan organisasi secara keseluruhan. Penempatan karyawan yang dilakukan dengan mengutamakan loyalitas dan kepercayaan pimpinan yang selama ini banyak dipraktekan di lingkungan birokrasi perlu ditinjau kembali. Loyalitas dan kepercayaan pimpinan ti& cukup dalam menghadapi pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kompleksnya tuntutan masyarakat. Para pimpinan Kini sudah saatnya merubah orientasi pada profesionalisme sumber daya manusia terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
The management and improvement of the human resource are considered us an answer in facing the regional autonomy, and an obstacles that have to be solved by the government in the future, because it is only the reliable and the quallfed human resource that is able to compete und take advantage from the regional autonomy era. To obtain the human resources, an employee does not only have the skill, but one also has motivation to produce the higher performance. Every organization, whatever its name, the organization must have the reached goals. Technically the goals is realized by the unit or branches managed by the professional people. Moreover to perform the vision and the mission, the employees should be placed according to their skill by concerning the agreement with background of education, talent, and interest. According to the Schuller 's and Jackson 's suggestion (I 999) that precisely or not, for setting someone, it depends on the agreement between knowledge, personality, interest, pleasure, and chance, and related culture to the organization. Setting for employee accomplished by emphasizing to loyality and leader's trust that applied so far in bureaucracy should be reconsidered. The loyaliti and the leader 's trust are not enough to face either rapid science growth and technology and the complex demand of society. To day, it is the leaders's time to diverse the orientation to the professionalism of human resource, particularly in serving the public.
Kata Kunci : Manajemen Sumberdaya Manusia, Motivasi dan Kinerja, Penempatan.