Laporkan Masalah

Analisis Kelayakan Pengembangan Wisata Dirgantara Di Bukit Parangendog

ABDURRAHMAN MILZAM I, Dr. Tular Sudarmadi, M.A., Yulita Kusumasari, S.T., M.Sc, Fahmi Prihantoro, S.S., S.H., M.A.

2016 | Skripsi | S1 PARIWISATA

Bukit Parangendog telah digunakan sebagai area olahraga dirgantara sejak tahun 1990. Area ini direncanakan sebagai wisata dirgantara pada tahun 2012 dan telah dicanangkan sebagai Indonesia Aero Sport Center pada tahun 2014. Namun, perlu dilakukan analisis mengenai kelayakan Bukit Parangendog sebagai wisata dirgantara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daya tarik wisata dan mengetahui kelayakan kawasan Bukit Parangendog sebagai destinasi wisata dirgantara. Aspek-aspek kelayakan yang dibahas meliputi aspek teknis, aspek pasar, aspek organisasi dan manajemen, aspek ekonomi, aspek eksternal, dan aspek kedirgantaraan. Metode penelitian ini adalah metode penelitan kualitatif deskriptif. Sumber data yang didapatkan adalah data primer yang diperoleh melalui metode observasi ke lapangan untuk mengadakan wawancara kepadana rasumber dan data sekunder yang didapatkan melalui studipustaka. Hasil data diolah dengan menggunakan teknik desktiptif. Hasil dari penelitian ini menjelaskan studi kelayakan yang menghasilkan kesimpulan bahwa Bukit Parangendog layak untuk dikembangkan sebagai wisata dirgantara dengan berbagai kondisi yang sebagian diantaranya perlu untuk dibenahi

Parangendog hill has been used as an aero sports area since 1990. This area is planned as aero sports tour in 2012 and has been proclaimed as the Indonesian Aero Sport Center in 2014. However, there should be an analysis of the feasibility of the hill Parangendog as aero sports tour. This study aims to determine the potential tourist attraction and determine the feasibility of Parangendog Hill area as a tourist destination aero sport. The aspects covered include the feasibility of the technical aspects, market aspects, organization and management aspects, economic aspects, external aspects, and aspects of aero sports. This research method is descriptive qualitative research method. The source of the data obtained is primary data obtained through observation methods to the field to conduct interviews with informants and secondary data obtained through the library. Results of data processed using descriptive techniques. Results from this study describe a feasibility study which resulted in the conclusion that Parangendog Hill deserves to be developed as a tourist aero sports with a variety of conditions, some of whom need to be addressed

Kata Kunci : Bukit Parangendog, Studi Kelayakan, Wisata Dirgantara

  1. S1-2016-320201-abstract.pdf  
  2. S1-2016-320201-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-320201-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-320201-title.pdf