PARADOKS POSKOLONIAL TAHAR BEN JELLOUN DALAM CETTE AVEUGKANTE ABSENCE DE LA LUMIERE
MEGA SARI, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum., DEA
2016 | Tesis | S2 Ilmu SastraPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan ciri pascakolonial dan paradoks penulis di Maroko dalam roman CAAL, bagaimana ciri tersebut muncul. Dalam tesis ini dipaparkan tentang bagaimana hibriditas pascakolonialisme dan diaspora yang muncul pada tokoh-tokoh novel ini, serta pandangan pengarang yang terbaca dari novel ini. Teori pascakolonial yang digunakan berasal dari Homi Bhabha, yaitu teori tentang hibriditas, mimikri, dan stereotipe yang menjelaskan bagaimana kaum liyan menghadapi kekuasaan penjajah dan sebaliknya. Penelitian ini juga menggunakan teori diaspora yang melihat bagaimana pengarang sebagai orang asing tinggal di lingkungan baru. Dengan menganalisis novel ini sesuai dengan masalah yang diajukan serta melihat teori yang digunakan dalam penelitian ini didapat kesimpulan bahwa stereotipe, hibriditas yang muncul dalam novel ini karena adanya ambivalensi tokoh.
The research aims to show the postcolonial traits and its paradox in the novel Cette Aveuglante Absence de Lumi������¨re, how those traits appear. This thesis offers an explanation of how postcolonial hybridity and diaspora that are shown by the characters of this novel. Postcolonial theories from Homi Bhabha are applied to help analyzing the problems in this research. These theories offer an explanation on how the others deal with the colonial power and vice-versa. Theory of diaspora is also applied to clarify the author���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s point of view as a naturalized citizen in a new nation.
Kata Kunci : stereotype, mimicry, hybridity, diaspora, paradox