Laporkan Masalah

Evaluasi Pengelolaan Obat Antituberkulosis Di Dinas Kesehatan Kota Surakarta

NILA DARMAYANTI L, Prof.Dr.Achmad Fudholi, DEA.,Apt;Dr.Diah Ayu Puspandari, M.Kes,MBA.,Apt

2016 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Penyakit menular yang masih menjadi masalah dunia termasuk Indonesia adalah infeksi tuberkulosis. Pada tahun 2006 , WHO menetapkan strategi DOTS (Direct Observed Treatment Short-course) untuk menghentikan infeksi tuberkulosis tersebut. Untuk bisa mencapai sasaran dan target dari strategi DOTS tersebut, salah satu komponen utamanya adalah ketersediaan OAT. Keteraturan penyediaan OAT di fasilitas kesehatan tergantung pada proses pengelolaan obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran proses pengelolaan OAT dan untuk mengetahui efisiensi pengelolaan OAT di Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Rancangan penelitian ini adalah desktiptif dengan melakukan wawancara yang didukung oleh data kuantitatif yaitu indikator setiap tahap pengelolaan OAT. Analisa data yang dilakukan dengan menjelaskan proses pengelolaan OAT di Dinas Kesehatan Kota Surakarta lalu mengukur nilai tiap indikator pengelolaan OAT, kemudian mengukur efisiensi proses pengelolaan dengan membandingkan standartnya. Gambaran pengelolaan OAT di Dinas Kesehatan Kota Surakarta, pada tahap perencanaan kebutuhan menggunakan sistem buttom up planning, pengadaan OAT dilakukan oleh Ditjen Binfar dan Alkes menggunakan dana APBN dana hibah. Distribusi OAT dilakukan dengan sistem top down dan pada penggunaannya berdasarkan pada standart pengobatan TB yang mengacu pada WHO. Hasil evaluasi pengelolaan OAT di Dinas Kesehatan Kota Surakarta menunjukkan adanya kebutuhan upaya peningkatan efisiensi proses pengelolaan OAT bagi pemegang program pengendalian TB, baik ditingkat pusat, provinsi maupun kota/kabupaten.

Infectious diseases that is still the world problems included Indonesia is tuberculosis. In 2006 WHO set a DOTS strategy (Direct Observed Treatment Short-course) for stopping tuberculosis infection. So that strategy is achieving its goals and targets, it must be supported by the availability of OAT, which depends on process management. The aim of this study is to describe the OAT management processes and to determine the effectiveness and efficiency of management stage of OAT in Surakarta. This study was descriptive with conducted interviews that supported by quantitative data, indicator of each management stage of OAT. Data Analyzed was conducted by explaining the management processof OAT in City Health Department Surakarta and measured each indicator of OAT management and assess the efficiency of the management process by comparing the standard. The description of OAT management in City Health Department Surakarta, in the need planning stage is use the bottom up planning system, The OAT procurement carried out by Ditjen Binfar and Alkes with funding from APBN. The OAT distribution was conducted with top down system and the use of OAT based on standard TB�s treatment refers to WHO. The result of OAT management evaluation in City Health Department Surakarta showed the need for efforts to increase the efficiency of management anti-tuberculosis drug for the holders of TB control program at both the provincial and city center.

Kata Kunci : Pengelolaan OAT di Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Efisiensi Indikator Pengelolaan OAT/The OAT Management in City Health Department Surakarta, Efficiency Indicators for OAT Management