Laporkan Masalah

KOLABORASI ANTAR AKTOR DALAM RANGKA PENINGKATAN KESEHATAN BALITA PADA PROGRAM POSYANDU BALITA DI DESA SOKORINI KECAMATAN MUNTILAN

HARIS FAHMI F, Dr. Ambar Widaningrum

2016 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Program kolaborasi antar aktor dalam Posyandu melibatkan Bidan Desa, Kader Posyandu dan Orang Tua Balita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai fenomena riil yang terjadi pada kegiatan kolaborasi antar aktor dalam rangka peningkatan kesehatan balita pada program Posyandu Balita di Desa Sokorini, Kecamatan Muntilan dan untuk mendeskripsikan mengenai proses kolaborasi antar aktor di setiap dusun selama menjalankan kegiatan Posyandu Balita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif-deskriptif. Unit analisis yang dibahas dalam penelitian ini adalah mengenai aktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif Posyandu di 9 dusun desa Sokorini telah rutin dilaksanakan sesuai dengan enam indikator proses kolaborasi (mengelola tujuan kolaborasi, cara kompromi, cara komunikasi, demokrasi dan kesejajaran, kekuasaan dan kepercayaan, determinasi, komitmen, dan keuletan). Meskipun data menunjukkan bahwa masalah rendahnya kehadiran balita menjadi hambatan di tiap-tiap dusun. Hampir semua kegiatan Posyandu di masing-masing dusun hanya berjalan monoton dengan mengandalkan sistem kerja 5 meja saja. Hanya dua dusun saja yang berani berinovasi dengan menambahkan kegiatan lain diluar Posyandu, seperti kegiatan Mujahadah, forum diskusi santai setelah acara Posyandu,dan kegiatan kunjunagan kader ke kediaman balita.

Collaboration programs between actors in the Posyandu involving midwives, Posyandu cadres and toddlers parent. The research aims to describe the real phenomena that occurs on the activities of the collaboration between actors in order to improve infants health programs in Posyandu Sokorini and to describe the process of collaboration between actors in each village during the course of Posyandu toddler.The methods of research is a descriptive-qualitative. The object of the study is the actor whose involved in Posyandu Sokorini. The results of this study has indicate that the normative Posyandu in 9 Sokorini village has been routinely carried out according to with the six indicators collaboration process (managing aims, compromise, communication, democracy and equality, power and trust, determination, commitment, and stamina). The data showed that the problem of low attendance toddlers become obstacles in each hamlet. Almost all Posyandu activities in each hamlet just a monotonous with working rely on 5 tables systems. Only two hamlets which have innovation by adding other activities outside the Posyandu, such as Mujahadah activities, discussion forums after the event, and home visits activities.

Kata Kunci : kolaborasi, kesehatan balita, bidan desa, kader posyandu, orang tua balita

  1. S1-2016-317918-abstract.pdf  
  2. S1-2016-317918-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-317918-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-317918-title.pdf