Laporkan Masalah

ANTROPOSENTRISME KAPITALIS TERHADAP ALAM DAN PEREMPUAN TANAH TABU

M0H. BADRUS SOLICHIN, Dr. Wening Udasmoro, M. Hum., DEA.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Sastra

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji antroposentrisme kapitalis terhadap alam dan perempuan Tanah Tabu. Freeport bertindak sebagai pelaku antroposentrisme kapitalis, sedangkan alam Lembah Baliem dan tokoh perempuan Tanah Tabu representasi objek eksploitasi. Secara analis, teori ekofeminisme perspektif Vandana Shiva digunakan sebagai pisau analisis untuk menjawab pertanyaan penelitian. Dengan demikian, implikasinya yakni mengkaji perilaku antroposentrisme kapitalis Freeport yang dapat dikaji berdasarkan misi kolonialisme bangsa barat (Amerika) datang ke bumi Papua melalui pembangunan industry pertambangan yang dijalankan oleh kaki-tangan kapitalisme dan kemudian berbagai kendala dan akibat yang ditimbulkan diafirmasi oleh ilmu pengetahuan modern sebagai upaya 'pembangunan peradaban'. Dalam persoalan ini, ekofeminisme memperlihatkan peran penting kaum perempuan dalam memperjuangkan alam (dunianya) yang tereksploitasi. Kenyataan ini terealisasi dari kedomestikan kaum perempuan yang tidak lepas dari alam. Data penelitian ini dibatasi pada cerita Tanah Tabu yang merepresentasikan karakter antroposentrisme kapitalis Freeport yang mengakibatkan kehancuran tatanan alam Lembah Baliem, bentuk ketimpangan tokoh perempuan Dani (tokoh problematik) sebagai korban, serta konstruksi perilaku perlawanan tokoh perempuan terhadap antroposentrisme kapitalis. Adapun hasil pembahasan dalam penelitian ini: pertama, karakter antroposentrisme kapitalis Freeport diketahui berdasarkan motif pembangunan peradaban melalui ilmu pengetahuan, motif modernisai terhadap konservatisme, dan motif kolonialisme; Kedua, ekofeminisme memosisikan tokoh perempuan Tanah Tabu dalam dualisme peran, sebagai korban dan pelaku perlawanan antroposentrisme kapitalis; Ketiga, alasan dihadirkan tokoh perempuan sebagai pelaku perlawanan dikarenakan ekofeminisme memandang alam sebagaimana perempuan mengandung dan melahirkan kehidupan.

The study is done to assess the capitalist anthropocentrism against to nature and women Tanah Tabu. Freeport act as a capitalist anthropocentrism, while natural the Lembah Baliem and female community leader Tanah Tabu a representation of an object exploitation. In analysts, the theory ecofeminism perspective of Vandana Shiva used as a knife an analysis in order to answer the question research. Thus, namely assessing the implications here behavior the capitalist anthropocentrism Freeport that can be assessed according to its mission colonialism nation west (America) came to earth Papua through the development of mining industry run by kaki-tangan capitalism and then various obstacles and effect to affirmation inflicted by modern science as an effort to 'civilization development'. In this issue, ecofeminism show the important role of women in enforcing nature (his world) that exploitation. The fact is realized the domestic of women not be separated from the natural. The study was restricted to the ground story Tanah Tabu represent character the capitalist anthropocentrism Freeport that result in destruction univers Lembah Baliem, the disparaties female Dani (figure problematic) and construction female figure behavior resistance against the capitalist anthropocentrism. As for the result of discussion in this research: first, character the capitalist anthropocentrism Freeport known based on motive development civilization through science, motives modernisaito conservatism, and motives colonialism; second, the ecofeminism position female leader Tanah Tabu in dualism the role, as victim and perpetrator resistance the capitalist anthropocentrism; third, reason presented female community leader as a resistance because ecofeminism see nature as women pregnant and born life.

Kata Kunci : antroposentrisme kapitalis, ekofeminisme, alam Lembah Baliem, Mabel.

  1. S2-2016-354061-abstract.pdf  
  2. S2-2016-354061-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-354061-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-354061-title.pdf