Laporkan Masalah

KAJIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT POPULASI BURUNG CANGAK ABU (Ardea cinerea L.) SEBAGAI DASAR PENENTUAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KABUPATEN SLEMAN

ADRIAN ROSADI, Prof. Dr. Totok Gunawan, M.S. dan Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, SU

2016 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Populasi cangak abu di Kabupaten Sleman diduga telah memengaruhi kondisi lingkungan disekitar lokasi habitatnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah populasi, menganalisis karakteristik habitat, menganalisis tingkat kerusakan lingkungan akibat populasi cangak abu, dan menyusun strategi pengelolaan lingkungan yang tepat untuk menangani populasi cangak abu. Data populasi dan karakteristik habitat dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan dengan menggunakan line transect. Selain itu, wawancara juga dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang keberadaan cangak abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangak abu berhabitat di dua wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Depok dan Kecamatan Mlati, yang terdistribusi di enam lokasi RTH yang sebagian besar merupakan hutan kota berstrata banyak. Jumlah total populasi cangak abu di enam lokasi tersebut adalah 269 individu (134 dewasa dan 135 juvenil). Kerusakan lingkungan akibat populasi cangak abu terjadi di sekitar Kebun Biologi dan Arboretum Kehutanan UGM, yang meliputi kerusakan pada aspek abiotik, biotik, dan kultural. Untuk menjaga kelestarian cangak abu dan menyelesaikan permasalahan yang ditimbulkannya secara jangka panjang, pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara tepat dan bersifat berkelanjutan.

Grey heron population in Sleman district is alleged to have affected the environmental conditions in the vicinity of their habitat. This research was conducted in order to determine the population size, analyze the characteristics of habitat, analyze the degree of environmental damage caused by grey heron population, and develop appropriate environmental management strategies to deal with grey population. Data populations and habitat characteristics were collected through direct observation in the field by using a line transect. In addition, interviews were also conducted to determine the public perception of the existence of grey heron. The results showed that the grey heron residing in two sub-districts, namely Depok and Mlati, distributed in six green open spaces which are mostly urban forest. The total amount of grey heron population in these six sites was 269 individuals (134 adults and 135 juveniles). Environmental damage caused by the grey heron population occurred around Biology Garden and Arboretum Forestry UGM, which covers damage to the aspect of abiotic, biotic, and cultural. To conserving the grey heron and resolve the problems it caused, environmental management must be done properly and sustainably.

Kata Kunci : Ardea cinerea, ruang terbuka hijau, kerusakan lingkungan.

  1. S2-2016-359609-abstract.pdf  
  2. S2-2016-359609-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-359609-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-359609-title.pdf