Laporkan Masalah

Pengaruh Adverse Drug Reaction Obat Anti Tuberkulosis terhadap Kepatuhan Berobat Tuberkulosis Di Puskesmas Kota Yogyakarta

GESSY PURNAMASARI, Prof. Dr. Djoko Wahyono, S.U., Apt ; Dr. Fita Rahmawati, Sp.FRS., Apt

2016 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Kepatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor penting bagi kesembuhan pasien TB. Banyak faktor yang mempengaruhi kepatuhan berobat pasien, salah satunya adalah Adverse Drug Reaction (ADR) dari Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ADR dan pengaruhnya terhadap kepatuhan pengobatan TB di Puskesmas Kota Yogyakarta. Penelitian merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cohort. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 130 sampel dengan kriteria inklusi yaitu penderita TB umur lebih dari atau sama dengan 15 tahun dan mendapatkan terapi OAT. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap catatan medik pasien TB yang berobat di Puskesmas Kota Yogyakarta periode Januari 2014 - Maret 2015. ADR yang terjadi diperoleh dari data rekam medis pasien selama menjalani pengobatan sedangkan kepatuhan berobat dilihat dari jadwal pengambilan dan meminum obat sesuai dengan aturannya yaitu selama 6-8 bulan pengobatan. Analisis data untuk mengetahui pengaruh ADR terhadap kepatuhan berobat menggunakan analisis statistik Chi-Square test. Kejadian ADR yang ditemukan dalam penelitian ini adalah gatal sebanyak 33 pasien (25,4%); mual sebanyak 35 pasien (26,9%); muntah sebanyak 15 pasien (11,5%), pusing sebanyak 4 pasien (3,1%); dehidrasi sebanyak 1 pasien (0,8%); Steven Johnson Syndrome sebanyak 1 pasien (0,8%); peningkatan SGOT/SGPT sebanyak 1 pasien (0,8%). Tidak terdapat pengaruh kejadian ADR terhadap kepatuhan penggunaan OAT di Puskesmas Wilayah Kota Yogyakarta (p lebih besar atau sama dengan 0,05).

Adherence to treatment is an important factor for the patient's recovery Tuberculosis. Many factors affect treatment compliance of patients, one of which is the Adverse Drug Reaction of anti-tuberculosis drugs (OAT). This study aims to determine the prevalence of ADR and its effect on TB treatment adherence in health center in Yogyakarta. Research form analytic observational study with a cohort approach. The sample used in this study were 130 samples with the inclusion criteria that TB patients age more than or equal 15 years and getting therapeutic OAT. Data were collected retrospectively for patient medical records of TB patients seeking treatment at the health center of Yogyakarta period January 2014 - March 2015. ADR arising seen from the medical records of patients during treatment while treatment compliance taking views from the schedule and taking drugs in accordance with the rules that during 6-8 months of treatment. Analysis of data using statistical analysis Chi-Square test. ADR incidence found in this study is itching in 33 patients (25.4%); nausea in 35 patients (26.9%); vomiting in 15 patients (11.5%), dizziness in 4 patients (3.1%); dehydration in 1 patient (0.8%); Steven Johnson Syndrome in 1 patient (0.8%); increase in SGOT/SGPT 1 patient (0.8%). There is no effect on the incidence of ADR compliance OAT use at the health center in Yogyakarta City (p more than or equal 0.05).

Kata Kunci : Pasien Tuberkulosis, ADR, Kepatuhan berobat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.