Laporkan Masalah

Taruni Akademi Militer : Pengarusutamaan Gender (PUG) Dalam Pendidikan Di Akademi Militer Magelang Jawa Tengah

DEWI LATHIFAH SETIANI, Drs. Soeprapto, SU

2015 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

ABSTRAK Perempuan saat ini sudah memiliki kebebasan dalam mengekspresikan cita-cita berkarir. Aktivitasnya tidak hanya berkutat pada urusan rumah tangga saja tetapi sudah bisa ikut andil dalam pembangunan. Pembangunan sebagaimana yang dimaksudkan di sini meliputi berbagai bidang seperti sosial, hukum, politik dan militer. Kelahiran Taruni Akademi Militer (AKMIL) pada tahun 2013 adalah upaya bagi militer untuk mendorong pembangunan itu. Kebijakan yang responsif gender memang selama ini menjadi diskusi menarik. Di ranah inilah kiprah perempuan di militer yang selama ini menjadi icon laki-laki dikaji dari sudut pandang pengarusutamaan gender. Penelitian ini berusaha menelisik pengarusutamaan gender di militer dengan lahirnya Taruni AKMIL. Oleh karena itu rumusan masalah yang sesuai dengan penelitian ini adalah [1] Mengapa Akademi Militer melahirkan Taruni AKMIL di lingkungan pendidikannya? [2] Apakah kebijakan tersebut sejalan dengan pengarusutamaan gender (PUG)? Penelitian ini menggunaan metode kualitatif deskriptif dengan tujuan agar penelitian ini dapat membahas persoalan secara detail. Inti atau hakikat kelahiran Taruni AKMIL berusaha dijelaskan secara detail. Sebab-sebab kelahiran Taruni AKMIL akan dijelaskan. Kemudian untuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam (in-dept interview). Informan yang dilibatkan di sini adalah para pejabat AKMIL sendiri, dosen, dan Taruni AKMIL sendiri. Sementara itu teori pengarusutamaan gender dijadikan sebagai landasan dalam peneltian ini. Instrumen dalam mengukur kesetaraan gender seperti gender analysis pathway (GAP) bisa dijadikan tolak ukur untuk melihat sejauh mana kesetaraan gender ini telah berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor aspirasi Taruni AKMIL dalam ukuran tertentu bisa dikatakan memuaskan. Di lapangan ditemukan adanya perubahan kebijakan yang direspons cepat oleh Akademi Militer agar lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan. Sementara aspek partisipasi Taruni AKMIL nampak dalam beberapa hal. Misalnya perubahan kebijakan latihan bagi Taruni AKMIL yang diringankan setelah terjadinya insiden patah tulang. Tetapi dari segi kontrol belum terlihat secara jelas bagaimana mereka mampu memiliki kontrol terhadap lingkukngan. Aspek manfaat juga belum sepenuhnya dapat dirasakan. Di sisi lain dari segi jabatan bisa dilihat masih adanya batasan bagi Taruni AKMIL. Mereka baru bisa menduduki bidang administrasi. Kata Kunci: Taruni Akademi Militer , Akademi Militer, Pengarusutamaan gender (PUG).

ABSTRACT Women at has already had freedom in expressing ideals with careers. Activity not only to dwell upon household affairs but have been able to contribute in the development. Development as things are covered various fields such as social law, political and military. Birth a Military Academy Women Cadet in 2013 is the effort for military to to stimulate the development of. Policies that responsive gender is during is a discussion interesting. With the sacred printing this is gait women in the military that have been be icon men studied from the point of view of gender mainstreaming. This research trying to analyze gender mainstreaming in the military with the birth of a Military Academy Women Cadet. Hence formulation problems in accordance with this research is [1] why a military academy delivery a Military Academy Women Cadet in the neighborhood education? [2] do policy is in line with gender mainstreaming ? This research in a qualitative descriptive in order to make this research can discuss problems in detail. The core or the existence a Military Academy Women Cadet trying to described in detail. The cause of birth a Military Academy Women Cadet will be explained. Then to hindemith data collection was carried out by observation, in-depth interviews. Informants involved here is officials Military Academy own lecturers, and a Military Academy Women Cadet. While his theory gender mainstreaming used as the basis of this research. An instrument in measuring gender equality as gender analysis pathway ( GAP ) a good benchmark to see the extent to which gender equality has been run. The result showed that the aspirations of a Military Academy Women Cadet in some measure can be satisfactory. In the field found change in the policy who responded by rapidly by a military academy to be more responsive to women needs. While aspects participation a Military Academy Women Cadet visible in a few things. For example a policy change training for a Military Academy Women Cadet who relief after incident broken bones. But in terms of control there are no visible clearly how they able to have control over the environment. Aspects benefit too not fully can be perceived. On the other side of the perspective of office can be seen still there was a limit of for a Military Academy Women Cadet. They could only occupying the area of administration. Keyword : A Military Academy Women Cadet, The Military Academy, and Gender Mainstreaming

Kata Kunci : Taruni Akademi Militer , Akademi Militer, Pengarusutamaan gender (PUG)