PENGARUH ABU SEKAM PADA KETAHANAN PADI (Oryza sativa L. SITU BAGENDIT) TERHADAP WERENG COKLAT (Nilaparvata lugens Stal.)
ANDIKA PARSAORAN T, Dr.Diah Rachmawati, M.Si
2016 | Skripsi | BIOLOGIWereng coklat (Nilaparvata lugens Stal.) merupakan hama utama yang menyerang tanaman padi dan dapat menurunkan produktivitas padi. Abu sekam mengandung unsur silika yang diketahui mampu meningkatkan resistensi tanaman dari cekaman biotik maupun abiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan alami tanaman padi Situ Bagendit dari serangan Wereng Coklat (N.lugens) menggunakan abu sekam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu abu sekam dengan berbagai dosis 0 g/pot, 0,3 g/pot, 0,5 g/pot, 0,7 g/pot dan 1 g/pot. Masing-masing perlakuan diberi serangan wereng coklat sebanyak 10 ekor/pot selama 2 minggu. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, biomassa tanaman, mekanisme ketahanan tanaman (FPLI, Indeks Toleransi, Indeks Antibiosis), populasi wereng coklat /pot serta pengamatan anatomi jaringan tajuk padi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Analisis Variansi (ANAVA) dilanjutkan dengan uji DMRT dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan abu sekam meningkatkan tinggi tanaman dan biomassa tanaman. Pada pengamatan ketahanan tanaman, padi yang tidak diberi perlakuan abu sekam menunjukkan tingkat kerusakan yang lebih tinggi dibanding dengan tanaman padi yang diberi perlakuan abu sekam. Dosis pemberian abu sekam yang paling baik adalah 0,5 g/pot dengan nilai FPLI 10%, Indeks Toleransi 0,7 serta Indeks Antibiosis 0,3. Adanya ketahanan pada tanaman tidak berkorelasi dengan jumlah populasi wereng coklat tiap perlakuan. Pengamatan anatomi pelepah daun menunjukan adanya penebalan pada dinding sel didaerah epidermis luar pelepah daun dan di seludang berkas pengangkut pada tanaman yang diberi perlakuan abu sekam.
Brown Planthopper (Nilaparvata lugens Stal.) are the main pests that attack rice plants and can reduce productivity of rice. Husk ash is known to contain of silica elements that can increase plant resistance to biotic and abiotic stresses. This research aimed to know the natural resistance of plants rice Situ Bagendit against brown planthopper (N.lugens stal.) using husk ash. The methods used in this research was Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and four replications. The treatment Rice husk doses given were 0 g/pot, 0.3 g/pot, 0.5 g/pot, 0.7 g/pot and 1 g/pot. Brown planthopper treatment was given by attacking ten planthoppers for each pot for 2 weeks period. The parameters observed were plant height, plant biomass, mechanism of plant resistance (FPLI index, Tolerance Index and Antibiosis Index), population of brown planthopper/pot and anatomical observation The stem of leaves. Data obtained were analyzed using test Analysis of Variance (ANOVA) followed by DMRT with a 95% confidence level. The results showed that using rice husk ash can increase the plants height and plants biomass. On observation of plant resistance, unreated rice plants with husk ash showed a higher level of damage than plants treated with rice husk ash. The best dose of husk ash for plant resistance was 0,5g/pot with FPLI 10%, Tolerance Index was 0,7, which Antibiosis Index was 0,3. The resistance of plant was not correlated with population of brown blantopher for each treatment. The analysis anatomy of stem of leaves showed the thickened for cell wall in peripheral epidermis layer stem of leaves and in in bundle sheat of plant given treatment the husk ask.
Kata Kunci : wereng coklat, silika, abu sekam, ketahanan, padi situ bagendit