KANDUNGAN MERKURI PADA FAUNA BENTHIK DI SUNGAI SANGON, KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
ARI AKBAR, Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho
2016 | Skripsi | BIOLOGIMerkuri (Hg) merupakan salah satu logam berat yang banyak digunakan dalam proses pengolahan emas. Logam tersebut digunakan dalam proses amalgamasi. Merkuri dapat mengikat bijih emas dan dapat memisahkan bijih emas dengan logam-logam lainnya. Salah satu tempat penambangan emas rakyat secara tradisional yaitu penambangan emas di daerah Sangon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Limbah merkuri umumnya langsung dibuang ke sungai sehingga dapat mencemari sungai tersebut. Fauna (makroinvertebrata) benthik merupakan komponen biotik pada ekosistem perairan yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi fisik, kimiawi, dan biologis suatu perairan, sehingga dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kandungan merkuri pada fauna benthik, air, dan sedimen di Sungai Sangon, Kulon Progo, Yogyakarta. Makroinvertebrata benthik disampling di 5 titik sampling untuk tiap stasiun dengan menggunakan surber sampler (n=3). Makroinvertebrata tersebut diidentifikasi dan dikelompokkan ke dalam 5 feeding groups. Kandungan Hg dalam makroinvertebrata benthik, air, dan sedimen menggunakan Mercury analyzer VM-3000. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akumulasi merkuri dalam makroinvertebrata di Sungai Sangon bervariasi antara 0,20-1,16 µmol kg-1. Konsentrasi merkuri dalam air berkisar antara 0,001-0,007 µmol L-1, sedangkan konsentrasi merkuri dalam sedimen berkisar antara 0,386-5,688 µmol kg-1. Akumulasi merkuri dari tinggi ke rendah pada feeding group makroinvertebrata benthik, yaitu Predator, Shredder, Filterer collector, Scrapper-Grazer, dan Gatherer collector.
Mercury (Hg) is a heavy metal which is widely used in gold processing, it being used in the amalgamation process. Mercury can bind gold ore and separate it from other metals. One of the traditional gold mining areas is located in Sangon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Wastewater containing mercury are generally discharged directly into the river. Benthic fauna (macroinvertebrates) belong to biotic components of an aquatic ecosystem can reflect the physical, chemical, and biological condition, so they can be used as a bioindicator of water quality. This research aims to study the level of mercury in the benthic macroinvertebrates, water, and sediment in Sangon river, Kulon Progo, DIY. Benthic Macroinvertebrates were sampled at 5sampling points for each station by using Surber sampler (n=3). The organisms have been identified and divided into 5 feeding groups. Hg concentration in the benthic macroinvertebrates, water, and sediment are determined by Mercury analyzer VM-3000. The results show that mercury accumulation in benthic macroinvertebrates in Sangon River varied between 0.20-1.16 µmol kg-1. The concentration of mercury in the water ranged between 0,001-0,007 µmol L-1, whereas the concentration of mercury in sediments ranged from 0.386 - 5.688 µmol kg-1. Accumulation of mercury from high to low in the benthic macroinvertebrate feeding groups are Predator, Shredder, filterer collector, Scrapper-Grazer, and Gatherer collector.
Kata Kunci : Fauna benthic, Mercury, Sangon River