PENGARUH MEDIA TANAM DAN PENYIRAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI SENGON LAUT (Falcataria mullucana), LAMTORO (Leucaena leucocephala) DAN MAHONI (Swietenia mahagoni)
ZULFA NAFIATUR R, Ir. Handojo Hadi Nurjanto, M.Agr.Sc
2016 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SVPerkecambahan merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan berbiji. Dalam proses perkecambahan diantaranya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan seperti air dan oksigen dimana oksigen berkaitan dengan aerasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh media dan penyiraman terhadap kandungan air media dan untuk mengetahui pengaruh media dan penyiraman terhadap perkecambahan dari 3 jenis biji. Penelitian ini dilakukan di di rumah kaca (Green House) Fakultas Kehutanan UGM yang berlokasi di Klebengan Yogyakarta. Penelitian mulai dilakukan pada bulan Agustus 2015 sampai Oktober 2015. . Penelitian ini menggunakan rancangan CRD ( Completely Random Design) Faktor ganda yaitu faktor jenis tanaman menggunakan sengon, lamtoro dan mahoni, faktor jenis media yaitu pasir dan lempung dan faktor penyiraman yaitu penyiraman sehari, penyiraman dua hari dan penyiraman 3 hari sekali, dengan 3 (tiga) ulangan. Persentasi kecambah pada masing-masing perlakuan menunjukkan hasil yang berbeda-berbeda dimana presentase kecambah tertinggi pada media lempung penyiraman 2 hari sekali dengan persentase 85,6%. Sedangkan pada media pasir persentase kecambah tertinggi pada penyiraman sehari sekali yaitu 68,9%. Untuk jenis sengon dan lamtoro perkecambahan tertinggi pada media lempung sedangkan untuk jenis mahoni perkecambahan tertinggi pada media pasir. Kata kunci: perkecambahan, Penyiraman, Media, Aerasi
Sprouting is the early process of a plant growth, especially for spermatophyte or seed plants. This process is influenced by environment factors including water and oxygen where oxygen is related to aerification. The aim of this study is to know the influence of growing media and watering on the water ingredient of the media and to know the influence of growing media and watering on the sprout of the three types of seed. This study is held in the Green House of Faculty of Forestry of Universitas Gadah Mada which is located in Klebengan, Yogyakarta from August 2015 until October 2015. The design of this study is completely random design (CRD). Double factor is the plant type; batai wood, white leadtree and mahogany, growing media types are sand and clay whereas watering options are once a day, one in two days or once in three days with three times of repetition. Spourting percentage in different group showed different result with highest spourting percentage is group with clay as growing media and watered once in two days which is 85.6%. In sand media, the highest spourting is group which seed is watered once a day with percentage of 68.9%. Highest spourting in batai wood and white leadtree is with clay media while for mahogany is with sand media. Keywords: spourting, watering, media, aerification
Kata Kunci : perkecambahan, Penyiraman, Media, Aerasi