HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA PRIMIPARA DI RUMAH BERSALIN RACHMA ANNISA KEBUMEN
RACHMA RIZKY W, dr. Widya Dwi Astuti, SpOG;Zulaela, Drs., Dipl. Med. Stats., M. Si
2016 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIKRuptur perineum merupakan robekan yang terjadi pada perineum sewaktu persalinan. Wanita yang melahirkan bayi besar memiliki risiko lebih besar mengalami ruptur perineum daripada wanita yang melahirkan bayi dengan berat lahir cukup. Kejadian ruptur perienum derajat III dan IV meningkatkan risiko terjadinya fistula, hematoma, infeksi, dan inkontinensia alvi. Faktor yang mempengaruhi ruptur perineum salah satunya adalah berat badan bayi lahir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan berat badan bayi lahir dengan kejadian ruptur perineum di Rumah Bersalin Rachma Annisa Kebumen. Metode penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita primipara yang melahirkan di Rumah Bersalin Rachma Annisa Kebumen pada tahun 2015. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 68 orang. Chi square test digunakan untuk mengetahui hubungan antara berat badan bayi baru lahir dengan kejadian ruptur perineum pada primipara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 68 orang, 47% orang yang melahirkan bayi >2500 sampai kurang lebih 4000 gram mengalami ruptur perineum dan 19,2% tidak mengalami ruptur perineum, 13,2% yang melahirkan bayi <2500 gram mengalami ruptur perineum dan 20,6% tidak mengalami ruptur perineum. Simpulan ada hubungan bermakna antara berat badan bayi lahir dengan kejadian ruptur perineum dengan p value 0,011. Berat bayi lahir >2500 sampai kurang lebih 4000 gram memiliki risiko lebih besar terjadinya ruptur perineum.
Perineum rupture is a tear of the perineum during childbirth process. Women who give birth a big baby have a higher risk of perineal rupture than women who give birth a baby with birth weight quite. The Incident of perienum rupture degree III and IV increases the risk of fistula, hematoma, infection, and incontinence alvi. One of the factors that influence the perineum ruptured is the baby birth weight. The purpose of this study was to determine the relationship of baby birth weight with rupture of the perineum in the Rachma Annisa Maternity Hospital Kebumen. This study method was used cross sectional design and sampling techniques by purposive sampling. The population in this study were all primiparous women who gave birth in Rachma Annisa Maternity Hospital Kebumen in 2015. The number of samples in this study were 68 people. Chi square test was to determine the relationship of baby birth weight with rupture of the perineum. The study results showed that of the 68 people, 47% people who gave birth baby >2500 to plus minus 4000 grams got perineum ruptured, and 19,2% did not get perineum ruptured, 13,2% people who gave birth baby <2500 grams got ruptured perineum, and 20,6% did not get perineum ruptured. The conclusion of this study is there is a relationship between a newborn weight incidence and perineal ruptured with p value 0,011. Baby birth weight between >2500 to plus minus 4000 grams had a greater risk of rupture of the perineum.
Kata Kunci : Berat badan bayi baru lahir, ruptur perineum