HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEPATUHAN DALAM MELAKUKAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL RISIKO TINGGI DI PUSKESMAS UMBULHARJO 1 YOGYAKARTA
MIMIEN SUASNI TELAUMBANUA, Diah Wulandari, M.Keb; Margono, S.Pd.,A.PP.,M.Kes
2016 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIKKepatuhan melakukan antenatal care merupakan salah satu hal yang penting karena dapat mengetahui kesejahteraan ibu dan janin dan mendeteksi adanya kelainan atau risiko dalam kehamilan. Jumlah ibu hamil risiko tinggi di Puskesmas Umbulharjo 1 Yogyakarta sebesar 16,85%. Kepatuhan ibu hamil dalam memeriksakan kehamilannya salah satunya dipengaruhi oleh dukungan sosial dari keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan kepatuhan dalam melakukan antenatal care pada ibu hamil risiko tinggi. Metode penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling sebanyak 48 responden. Penelitian dilaksanakan tanggal 19 Oktober sampai 26 November 2015. Populasi target adalah seluruh ibu hamil risiko tinggi di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo 1 Yogyakarta. Populasi terjangkau yaitu seluruh ibu hamil risiko tinggi yang melakukan ANC di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo 1 Yogyakarta. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square alfa = 0,05 dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian untuk karakteristik umur ibu hamil risiko tinggi yang paling banyak adalah 21-36 tahun. Tingkat pendidikan yang paling banyak adalah SMA sebesar 56,2% dan jenis pekerjaan yang paling banyak yaitu ibu rumah tangga sebesar 62,5%. Hasil penelitian menunjukkan tingkat dukungan yang diterima oleh ibu hamil risiko tinggi sebesar 56,2%. Tingkat kepatuhan ibu hamil risiko tinggi yang mendapat dukungan sosial adalah sebesar 92,5% dan tingkat kepatuhan ibu hamil risiko tinggi yang tidak mendapat dukungan sosial sebesar 61,9%. Uji statistik chi square didapatkan p value 0,009 sehingga terdapat hubungan dukungan sosial dengan kepatuhan dalam melakukan ANC pada ibu hamil risiko tinggi. Dukungan sosial dapat meningkatkan kepatuhan ibu hamil risiko tinggi dalam melakukan ANC.
The obedience to conducting antenatal care is one of important things because it can find out the health status of mother and fetus, and detect any abnormalities or risks of pregnancy. The obedience of pregnant women check her pregnancy is influenced by social support from family. The aim of this research was to know the relationship among social support and the obedience in conducting antenatal care of high-risk pregnant women. This research method using cross sectional with the sampling consecutive. The population target were the entire high-risk pregnant women in the region of Puskesmas Umbulharjo 1 Yogyakarta. The affordable population were the entire high-risk pregnant women who did antenatal care in the region of Puskesmas Umbulharjo 1 Yogyakarta. The data was colleted using questionnare. Data analysis using chi square alfa =0,05 with a significance level of 95%. The result of the study of characteristics of high-risk pregnant women showed that the highest numbers was in range age 21-36 years. The highest education was senior high school 56,2% and the highest for the kind of work was housewives 62,5%. The results showed that the level of support received by the high-risk pregnant women was 56.2%. The level of obedience of high-risk pregnant women who received social support was 92.5% and the level of obedience of high-risk pregnant women who did not receive social support was 61.9%. Statictical test chi square is p value < 0,009 so there is a relationship among social support and the obedience in conducting the ANC at high-risk pregnant women The social support has an influence to the obedience of high-risk pregnant women to conducting the ANC.
Kata Kunci : Dukungan Sosial, Kepatuhan, Antenatal Care / Social Support, Obedience, Antenatal Care