HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS DANUREJAN I KOTA YOGYAKARTA
ADHIKA WIJAYANTI, Yani Widyastuti, M. Keb
2016 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIKINTISARI Latar Belakang:Angka Kematian Ibu di Indonesia masih cukup tinggi yang mana masih dibawah target pencapaian tahun 2014. Tingginya angka kematian ibu dan bayi antara lain disebabkan rendahnya pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan dan ketidak-patuhan dalam melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan. Apabila seorang ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik tentang tanda bahaya kehamilan maka ibu akan berpikir untuk patuh dalam melakukan pemeriksaan kehamilan, sehingga dapat menekan AKI. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuaan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan pemeriksaan kehamilan. Metode: Penelitian survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 47 responden. Analisa data menggunakan chi square. Hasil: Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik dan patuh adalah 8 orang (17%), responden yang memiliki pengetahuan cukup dan patuh adalah 6 orang (12.7%), responden yang memiliki pengetahuan kurang dan patuh adalah 3 orang (6.4%).Sedangkan responden yang memiliki pengetahuan baik dan tidak patuh adalah 2 orang (4.3%), responden yang memiliki pengetahuan cukup dan tidak patuh sebanyak 6 orang (12.7%) dan responden yang memiliki pengetahuan kurang dan tidak patuh adalah 22 orang (46.8%).Sehingga sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang tentang tanda bahaya kehamilan yaitu sebanyak 25 orang (53.2%) dan responden yang tidak patuh melakukan pemeriksaan kehamilan yaitu sebanyak 30 orang (63.8%). Dengan hasil p value 0.00<0.05. Simpulan: Ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan pemeriksaan kehamilan.
ABSTRACT Background: Maternal Mortality Rate in Indonesia was still quite high, which was still below of achieving target in 2014. The high of maternal and infant mortality rate is due to lack of mother’s knowledge about danger signs of pregnancy and disobedience in pregnancy checkup visits. If a pregnant mother has a good knowledge about the danger signs of pregnancy, the mother would think to stick in pregnancy checkup, so as to suppress Maternal Mortality Rate. Purpose: To determine the relationship of pregnant mother’s knowledge about the danger signs of pregnancy with pregnancy checkup compliance. Methods: The study analytic survey with cross sectional approach, with the numbers samples was 47 respondents. Data analyzed was used chi square. Results: The results of this study showed that respondents who have a good knowledge and compliance were 8 people (17%), respondents who have sufficient knowledge and compliance were 6 (12.7%), respondents who have less knowledge and compliance were 3 (6.4%), while respondents who have a good knowledge and not compliance was 2 (4.3%), respondents who have sufficient knowledge and not compliance were 6 (12.7%) and respondents who have less knowledge and not compliance were 22 people (46.8%). Thus, the majority of respondents have less knowledge about the danger signs of pregnancy as many as 25 people (53.2%) and respondents who do not compliance of pregnancy checkup as many as 30 people (63.8%). With the p value result is 0.00<0.05. Conclusions: There was a relationship of pregnant mother knowledge about pregnancy danger signs to pregnancy checkup compliance. Keywords: Knowledge, Pregnancy Danger Signs, Compliance.
Kata Kunci : Kata kunci: pengetahuan,tanda bahaya kehamilan, kepatuhan.