Penanganan Isu Imigran oleh Pemerintah Australia era Kein Rudd dan Tony Abbott: Studi Kasus Penerapan Kebijakan Regional Resettlement Arrangement (RRA) bagi Asylum Seekers
PANGGIH PRABOWO RONA SAPUTRA, Drs. Dafri Agussalim, MA
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALImigran menjadi salah satu isu yang terus diperbincangkan di Australia. Seperti yang kita ketahui bahwa selama ini Australia menjadi salah satu negara tujuan utama bagi para pencari suaka. Namun, negara ini memiliki sistem yang ketat dalam menyeleksi calon penerima suaka. Hal ini ditujukan untuk menekan dan menghambat hadirnya para pencari suaka. Upaya penekanan angka pencari suaka ini merupakan manifestasi dari ketakutan Australia terhadap ancaman yang datang dari utara. Dan dari perspektif Australia ini, dapat kita lihat bahwa negara ini menganggap para pencari suaka itu sebagai sebuah ancaman. Untuk membendung arus ancaman ini, Australia menjadikan negara tetangganya sebagai benteng terdepan pertahanan ancaman dari para Pencari Suaka itu. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai usaha kerja sama penanganan para pengungsi sebagai calon penerima suaka. Kerja sama ini umumnya dilakukan dalam bentuk tempat penampungan sementara. Salah satu upaya yang ditempuh Australia terkait imigran tersebut adalah dengan dibuatnya kebijakan garis keras Australia tertanggal 19 Juli 2013 yang berbentuk kerjasama dengan Papua Nugini yakni Regional Resettlement Agreement (RRA)mengenai pencari suaka bahwa Australia tak akan lagi menempatkan manusia perahu di negeri itu. Pemerintah menyebutkan para pencari suaka yang tiba di negeri itu tanpa izin, akan ditempatkan di Papua Nugini untuk penempatan permanen. RRA ini dibentuk pada masa pemerintahan Perdana Menteri Kevin Rudd. Hal yang menarik kemudian adalah fakta bahwa pemerintahan saat ini telah berganti. Pihak oposisi pemerintah saat kebijakan ini dibentuk saat ini telah menjadi partai penguasa, yang mengusung Tony Abbott sebagai Perdana Menteri. Menjadi menarik sebab dalam praktik pemerintahan Australia, baik Partai Buruh yang mengusung Rudd maupun Partai Liberal yang mengusung Abbott tak jarang memiliki perbedaan pandangan dalam mengatasi sebuah masalah, termasuk ketika mengatasi permasalahan pencari suaka saat itu. Namun ketika Tony Abbott menjadi perdana menteri terpilih selanjutnya, Abbott justru tetap melanjutkan kebijakan yang dibuat oleh Rudd sebelumnya. Untuk itu, skripsi ini akan menganalisis mengapa Tony Abbott tetap melanjutkan kebijakan Regional Resettlement Arrangement pada masa pemerintahannya.
Immigrant is an issues that continues to be discussed in Australia. As we know that during this time Australia became one of the main destination country for asylum seekers. However, the country has a strict system in selecting candidates for asylum. It is intended to suppress and inhibit the presence of asylum seekers. The effort for emphasis numbers of asylum seekers is a manifestation of Australian fear against the threats coming from the north. And from Australia's perspective, we can see that this country considers if the asylum seekers as a threat. To stem the tide of this threat, Australia makes its neighbors as a bulwark leading threat defense from the Asylum Seeker. This is demonstrated by various collaborative effort of handling refugees as recipients of asylum. This cooperation is generally carried out in the form of temporary shelters. One of the measures taken by Australia associated with the making of immigrants is a strict policy of Australia, dated on July 19, 2013 in the form of cooperation with Papua New Guinea, the Regional Resettlement Agreement (RRA) on asylum seekers that Australia will no longer put the boat people in the country. The government says the asylum seekers who arrive in the country without permission or visa, will be placed in Papua New Guinea or Republic of Nauru for permanent placement. RRA was formed during the reign of Kevin Rudd Prime Minister. The catchy thing then is the fact that the current administration has changed. The opposition formed the current government policy has now become the ruling party, which brought Tony Abbott as Prime Minister. Becomes interesting because in the practice of the Australian government, which carries both Rudd Labor Party and the Liberal Party that carries Abbott often have different views in addressing the problem, including when addressing the problem of asylum seekers at the time. But when Tony Abbott be elected the next prime minister, Abbott actually continuing the policy made by the previous Rudd. Tony Abbott also fully supports this policy with a stop the boat campaign and the operation of sovereign borders. To that end, this thesis will analyze why Tony Abbott continue Resettlement Arrangement Regional policy during his reign
Kata Kunci : Asylum Seekers, Republic of Nauru, Regional Resettlement Arrangement, Papua New Guinea, Tony Abbott, Kevin Rudd