KAJIAN OPERASI PINTU SADAP (STUDI KASUS: DAERAH IRIGASI KUTON)
ABHIYOSO RESTU PRASETYO, Prof. Dr. Ir. Fathan Nurrochmad, M.Agr.
2016 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPILOperasi pintu pengambilan dilaksanakan oleh seorang juru pintu. Pembukaan dan penutupan pintu didasarkan pada pedoman operasi. Antisipasi perubahan aliran sungai terutama akibat hujan lebat yang dapat menimbulkan banjir tidak dapat dilakukan oleh juru pintu, sehingga dapat menimbulkan masalah. Masalah yang timbul adalah penyadapan air dapat berlebih dari kebutuhan dan kondisi kantong lumpur menjadi cepat penuh sebelum waktunya dikuras. Analisis faktor-faktor pengaruh terhadap operasi pintu pengambilan perlu dilakukan agar supaya juru pintu dapat menyesuaikan pekerjaannya. Penelitian ini dilakukan di Daerah Irigasi (DI) Kuton. Daerah irigasi tersebut merupakan daerah lintas Kabupaten Sleman dan Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengoperasian pintu sadap pada tahun tanam 2010/2011 di bendung Kuton. Metode yang digunakan adalah analisis kuantifikasi I. Dukungan data berupa debit, hujan, evaporasi dan musim tanam diperlukan sebagai faktor (item) pengaruh. Evaluasi dilakukan untuk musim tanam (MT) tahun 2010/2011 dengan pola tanam padi-padi-palawija. Awal tanam disimulasikan menjadi 3 yaitu awal November, Maret dan Juli. Berdasarkan analisis operasi pintu air di bangunan sadap DI Kuton selama satu tahun musim tanam (tahun 2010/2011), maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengoperasian pintu sadap DI Kuton sangat baik dan diketahui bahwa semakin besar interval pengukuran debit operasi pintu sadap, semakin baik nilai koefisien korelasi. Pengalaman menunjukkan bahwa juru bendung sangat memperhatikan hujan hari kemarin dan operasi pintu hari kemarin dan kurang perhatian terhadap hujan dua hari yang lalu.
Operation the door the carried out by an interpreter door. Opening and closing of the door based on the operating guidelines. Anticipation of changes in the river flow is mainly due to heavy rains that could cause flooding can not be done by the interpreter door, so it can cause problems. The problem that arises is the tapping of water can be excess of the needs and conditions of the mud into fast full settling basin of prematurely drained. Analysis of influence factors on the door-making needs to be done so interpreter can adjust the work. This research was conducted at the regional irrigation Kuton. Irrigation area is an area of cross Sleman and Bantul, Yogyakarta Special Region. This study was conducted to analyze the door tapping operation in planting year 2010/2011 at the weir Kuton. Method used is the analysis of data in the form of quantification I. Support discharge, rainfall, evaporation and growing season is needed as a factor influence. The evaluation was done for the planting season in 2010/2011 with the cropping pattern of padi-padi-palawija. Early planting simulated into 3 early November, March, and July. Based on analysis of operations at bulding entrance tap water for one year irrigation area of Kuton planting season 2010/2011, it can be concluded that irrigation area of Kuton’s door tapping operation very good and it is known that larger of measurement interval debit tapping door operation, the better value of the coefficient correation. Experience shows that interpreter weir very concerned about the rain yesterday and the operation of the door yesterday and less attention to the rain two days ago.
Kata Kunci : Pintu sadap, Kuton, analisis kuantifikasi