Laporkan Masalah

PERILAKU IBU HAMIL DALAM MEMERIKSAKAN KEHAMILAN DI KECAMATAN LASALIMU SELATAN KABUPATEN BUTON SULAWESI TENGGARA

MASDIANA, Dr. Sukamdi M.Sc,Dr. Djaka Marwasta M.Si

2016 | Tesis | S2 Kependudukan

Meningkatkan kesehatan ibu merupakan sasaran dari MDGs tahun 2015. Pelayanan antenatal merupakan program pemerintah sebagai salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu. Pemeriksaan kehamilan sangat penting dilaksanakan untuk menjamin perlindungan kepada ibu hamil, berupa deteksi dini faktor resiko, pencegahan dan penanganan komplikasi. Kecamatan Lasalimu merupakan salah satu puskesmas yang cakupan pemeriksaan kehamilan masih rendah. Di Puskeksmas Lasalimu terdapat dua puskesmas yaitu Puskesmas Lasalimu Selatan dengan cakupan pemeriksaan kehamilan sebesar 72,7% dan Puskesmas Wajah Jaya sebesar 69,9%. Untuk mengetahui perilaku ibu hamil dan apakah ada hubungan antara pengetahuan, sikap, fasilitas dan dorongan petugas dengan perilaku ibu hamil dalam memeriksakan kehamilan. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif berdasarkan model squential explanatory. Responden 112 ibu hamil yang dipilih secara purposive dan insidental. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengetahui dan menjelaskan variabel yang mempengaruhi perilaku dan uji yang digunakan chi-square. Ini menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendukung dan melengkapi hasil penelitian kuantitatif. Uji chi-square menunjukan Ada hubungan antara pengetahuan,fasilitas/sarana dan dorongan petugas kesehatan terhadap perilaku ibu hamil dalam memeriksakan kehamilan. Nilai p = 0.001 jika nilai signifikansinya < 0.05 dinyatakan ada hubungan yang signifikan secara statistik. Sedangkan sikap menunjukan tidak ada hubungan dengan perilaku dalam memeriksakan kehamilan. Uji regresi logistik menunjukan terdapat pengaruh antara pengetahuan dan fasilitas secara bersama-sama terhadap perilaku ibu hamil. Perilaku ibu hamil dalam memeriksakan kehamilan di Kecamatan Lasalimu Selatan dapat dilihat dari dua temuan penting yaitu pengetahuan tentang pemeriksaan kehamilan dan ketersediaan fasilitas mempengaruhi perilaku ibu hamil dalam memeriksakan kehamilan. Pengetahuan dan ketersediaan fasillitas dapat meningkatkan perilaku dalam memeriksakaan kehamilan dan juga meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Improving maternal health is the MDGs target year of antenatal 2015. The antenatal service is a government program as an effort to decrease the number of Maternal Mortality Rate. Antenatal care is essential implement to ensure the protection of pregnant women, such as early detection of risk factors, prevention and treatment of complications. Lasalimu sub-district health center is one of antenatal care coverage still low. In health center (Puskesmas) Lasalimu there are two health centers, namely South Lasalimu health center with antenatal care coverage at 72.7% and Wajah Jaya health center with antenatal coverage by 69.9%. Knowing the behaviour of pregnant women and what is correlation between knowledge, attitude, facilities/infrastructure and the encouragement of health workers on the behavior of pregnant women in antenatal care. This study used a combination of quantitative and qualitative based on squential explanatory model. Respondents who are 112 pregnant women were selected purposively and accidentaly. A quantitative approach was used to identify and explain the variables affect the behaviour , and uji was chi-square. This analysis univariabel, bivariabel and multivariat. A qualitative approach was used to suport and compliment the result of quantitative research. The chi-square test showed there is a correlation between knowledge, attitude, facilities/infrastructure and the encouragement of health workers on the behavior of pregnant women in antenatal care. P = 0.00. if, the significance value <0.05 was declared statistically significant correlation. While the attitude showed no correlation with the behavior during their pregnancy. Logistic regression analysis revealed that there is influence between knowledge and facilities together with the behavior of pregnant women. The behavior of pregnant in antenatal care in the District of South Lasalimu can be seen from two important findings that knowledge of antenatal care and the availability of facilities affect the behavior of pregnant in antenatal care. Knowledge and availability of facilities can improving the behavior in checking up pregnancy and also improving the health of mothers and infants in order to reduce maternal mortality rate and infant.

Kata Kunci : Pregnant women,behavior,antenatal care

  1. S2-2016-357140-abstract.pdf  
  2. S2-2016-357140-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-357140-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-357140-title.pdf