Dinamika Karbon Organik Pada Tanah Konversi Hutan Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit Di Wilayah Kaur, Bengkulu
OCTA FREDI, Ir. Rosich Attaqy, M.Sc.; Prof. Dr. Ir. Azwar Maas, M.Sc.
2016 | Skripsi | S1 ILMU TANAHDewasa ini fenomena alih fungsi lahan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit sangat marak terjadi. Kawasan yang seharusnya dilindungi kerap menjadi sasaran pembukaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika bahan organik tanah pada tanah konversi hutan menjadi kebun kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di daerah Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Bengkulu. Metode dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Tata guna lahan yang digunakan pada penelitian ini adalah hutan dan kebun kelapa sawit kurang dari 5 tahun, antara 5 sampai 10 tahun dan lebih dari 10 tahun. Berdasarkan kedalaman lapisan tanah terbagi atas lapisan 1 (0-20 cm) dan lapisan 2 (20-40 cm). Hasil penelitian menunjukan adanya degradasi kualitas kesuburan tanah dengan ditandai menurunnya kandungan bahan organik yang dihasilkan setelah adanya kegiatan konversi. Jumlah bahan organik tanah hutan berdasarkan kelerangan berturut-turut adalah 7.76%, 7.16% dan 5.37% menurun pada kebun kelapa sawit umur kurang dari 5 tahun yakni 1.79%, 1.94%, 2.08% kemudian meningkat seiring dengan peningkatan umur tanaman kelapa sawit pada umur antara 5 sampai 10 tahun yakni 3.28%, 3.13%, 3.41% dan umur lebih dari 10 tahun adalah 3.89%, 4.03% dan 4.17%. Penurunan beberapa parameter sifat kimia tanah seperti bahan organik, KPK tanah, pH tanah serta N tanah terjadi setelah konversi hutan menjadi kebun kelapa sawit.
Today the phenomenon of land conversion for oil palm plantations is very rife. Protected area are often being the target of land conversion. This study aims to determine the dynamics of soil organic matter in forested soil conversion into oil palm plantations. This research was conducted in Padang Guci Hulu, Kaur District, Province of Bengkulu. The used method in this research is descriptive analysis method. Land use were used in this study is the natural forest, oil palm plantations are less than 5 years, between 5 to 10 years and more than 10 years. Based on the depth of the soil layer consists of 0-20 cm and 20-40 cm. The results showed degradation of soil fertility with a marked decline in organic matter content generated after the conversion activity. The amount of organic matter timberland based kelerangan row is 7.76%, 7.16% and 5.37% decline in oil palm plantations aged less than 5 years which is 1.79%, 1.94%, 2,08% then increases with increasing age of oil palm plantations in the age between 5 to 10 years is 3.28%, 3.13%, 3.41% and over 10 years of age was 3.89%, 4.03% and 4.17%. Decrease in number of parameters such as the chemical properties of soil organic matter, CEC of soil, soil acidity and soil N occurs after the conversion of forests into oil palm plantations.
Kata Kunci : bahan organik tanah, konversi, hutan, kebun kelapa sawit