Perburuan Satwa Liar di Hutan Kemuning Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung
STEPHANUS ARGO YAN, Kristiani Fajar Wianti, S. Hut., M.Si. ; Dr. rer silv. Muhammad Ali Imron, S.Hut., M.Sc.
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANKarakteristik pemburu memainkan peran penting dalam menentukan pola dan tujuan berburu di banyak negara . Perburuan satwa liar juga merupakan fenomena yang umum di Hutan Kemuning, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Satwa yang menjadi target pemburu adalah spesies yang dilindungi dan tidak dilindungi yang bisa mempengaruhi ketekunan mereka dalam berburu ketika tidak ada kontrol pada perburuan satwa liar yang pernah diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara profil pemburu dengan pengetahuan mereka tentang satwa target dan untuk mengetahui hubungan antara tujuan dan pola di Hutan Kemuning. Data dikumpulkan selama April-Juni 2015, dimulai dengan observasi variasi pemburu dan key informant. Empat belas informan diwawancarai untuk menggali informasi mengenai tujuan mereka berburu dan profil mereka. Observasi langsung dan wawancara mendalam diterapkan untuk menggambarkan hubungan antara profil pemburu dan pola perburuan dan tujuan berburu. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa asal, umur dan pekerjaan pemburu memiliki hubungan yang kuat dengan pengetahuan pemburu tentang spesies target di Hutan Kemuning. Variabel-variabel ini memengaruhi intensitas perburuan, dan pemburu yang lebih intens memiliki pengetahuan lebih baik tentang spesies target. Setidaknya 30 spesies satwa liar yang teridentifikasi melalui pengetahuan pemburu dan diantara itu, 12 spesies adalah spesies dilindungi dan 7 dari spesies dilindungi juga menjadi target buruan. Tujuan dari perburuan di Hutan Kemuning utamanya karena alasan ekonomi, hobi dan kombinasi antara ekonomi dan hobi. Tujuan yang berbeda berdampak pada durasi berburu, spesies target, jumlah individu diburu, peralatan berburu, dan ukuran kelompok dalam berburu. Saat ini, tidak ada peraturan berburu yang diterapkan dan kegiatan perburuan di Hutan Kemuning memiliki potensi ancaman bagi satwa liar yang dilindungi.
Characteristic of hunters play important roles on determining pattern and purposes of hunting in many countries. Wildlife hunting is also common phenomenon in Kemuning forest of Temanggung Regency of Central Java. Hunters target both protected and non-protected species which might affect their persistence when no-control on wildlife hunting has been applied. This study aims to find out the correlation between hunters’ profile and their knowledge about the target species and to find out the relation between hunting purposes and patterns in Kemuning Forest. Data were collected during April-June 2015, began with observation on hunters variations and key informants. Fourteen informants were interviewed for exploring their purposes of hunting and their profile. Both direct observation and deep interviews were applied to describe the relationship between hunters’ profile and hunting patterns and purposes. The results indicate that place origin, age and occupation of hunters have strong relationship with hunter’s knowledge on target species in the Kemuning Forest. These variables affect to hunting intensities, and more intense hunter know better on target species. At least 30 species of wildlife were identified through hunter knowledge and among them, 12 are protected species and 7 of the protected species are also target species for hunting. The purpose of hunting in Kemuning Forest was mainly for economic reasons, hobbies and combination between hobbies and economics. Different purposes provide effect on hunting duration, target species, number of hunted individuals, hunting equipment, and groups size of hunters. At present, no hunting regulation have been applied and thus hunting activities in Kemuning Forest have potential to provide threats for protected wild animals.
Kata Kunci : perburuan, satwa liar, profil, pengetahuan, tujuan