PENGARUH KOMBINASI 6-BA DAN 2,4-D TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) 'LAMBAU' DAN 'FRAGRANT'
YULIDA RAHMAWATI, Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc.;Rani Agustina W, S. P., M. P., P.hD.; Dr, Rudi Hari Murti, S. P., M. P
2016 | Skripsi | S1 AGRONOMIBawang Daun merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang berpotensi dikembangkan secara intensif dan komersil. Saat ini Indonesia memiliki beberapa kultivar seperti 'Fragrant' dan 'Lambau'. Lambau merupakan kultivar lokal yang belum banyak digunakan oleh petani karena memiliki pertumbuhan yang rendah dibanding Fragrant. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan pertumbuhan tanaman dari kultur biji. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendapatkan kombinasi 6-BA dan 2,4-D yang baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum) Varietas Lambau dan Fragrant, 2). Mendapatkan individu terpilih bawang daun yang memiliki hasil lebih tinggi dibandingkan kontrol. Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktorial. Faktor pertama yang diuji adalah kultivar bawang daun yaitu kultivar Fragrant, dan Lambau. Faktor kedua adalah konsentrasi antara zat pengatur tumbuh auksin (2,4-D) yang dikombinasikan dengan sitokinin (6-BA) terdiri dari 5 kombinasi konsentrasi yaitu 0 ppm+0ppm, 2ppm +2ppm, 2ppm +4ppm, 4ppm +2ppm dan 4ppm +4ppm. Pengamatan dilakukan terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter batang, panjang akar, laju fotosintesis, dan bobot segar. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada level 5% dan dilanjutkan dengan Duncan's New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menyebutkan bahwa varietas Fragrant memiliki tinggi tanaman, jumlah daun, laju fotosintesis, jumlah anakan dan bobot segar tertinggi dibanding Lambau. Konsentrasi 2ppm 6-BA+2ppm 2,4-D dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun dilihat dari variabel diameter batang (3,08 cm) dan bobot segar (41,54 gr). Diperoleh 15 nomor individu terpilih varietas Lambau dan 1 nomor individu terpilih varietas Fragrant.
Bunching Onion was one type of vegetable crops that could potentially be developed intensively and commercially. Indonesia currently has several cultivars such as 'Fragrant' and 'Lambau'. Lambau is a local cultivar that has not been widely used by farmers because its growth is slower than of 'Fragrant'. Therefore, it was necessary to improve the growth of plants from seed culture. This research aimed to 1). Obtain the best combination of 6-BA and 2,4-D on growth and yields of 'Fragrant' and 'Lambau', 2). Get selected individuals which had a higher yield than the control. The research was arranged in Randomized Complete Design two factors. The first factor were 'Fragrant' and 'Lambau'. The second factor was the concentration of the growth regulator auxin (2,4-D) combined with cytokinin (6-BA) i.e 0 ppm + 0ppm, 2ppm + 2ppm, 2ppm + 4ppm, 4ppm + 2ppm and 4ppm + 4ppm. The variables were observed in height, number of leaves, number of tillers, stem diameter, root length, net of photosynthesis, and fresh weight. Data were analyzed using ANOVA at the level of 5%, followed by Duncan's New Multiple Range Test. The results showed that 'Fragrant' had a higher growth rate than Lambau in plant height, number of leaves, net photosynthesis, number of tillers and fresh weight. The concentration of 2 ppm 6-BA + 2 ppm 2,4-D might increasing variable of stem diameter (3.08 cm) and fresh weight (41.54 g). There were 15 numbers of 'Lambau' and one number of 'Fragrant' showed good characters of growth and yield.
Kata Kunci : Keywords: Bunching Onion, Plant growth, 2,4-D, 6-BA