PENAKSIRAN NILAI EKONOMI SUMBERDAYA HUTAN MANGROVE DI DESA WONOREJO KECAMATAN RUNGKUT KOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR
YENNI RATNA PRATIWI, Agus Affianto, S.Hut., M.Si
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANINTISARI Hutan mangrove secara spesifik memiliki tiga fungsi utama yaitu fungsi fisik, biologis dan ekonomi. Fungsi ini akan berjalan baik apabila hutan mangrove dimanfaatkan dengan baik dan berkelanjutan. Akan tetapi peningkatan jumlah penduduk, perkembangan industry dan desakan ekonomi masyarakat akan lahan menyebabkan adanya tekanan yang cukup serius terhadap keberadaan hutan mangrove sehingga menyebabkan kerusakan hutan mangrove.Kerusakan hutan mangrove berimplikasi adanya kegiatan rehabilitasi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui taksiran nilai ekonomi dan kelayakan ekonomi rehabilitasi hutan mangrove. Penelitian ini dilakukan di kawasan hutan mangrove DesaWonorejo dengan luas 27,622 ha. Pengambilan data potensi tegakan menggunakan metode systematic sampling dengan membuat petak ukur 10m x 10 m. Penaksiran ekonomi untuk manfaat langsung menggunakan pendekatan harga pasar, sedangkan untuk manfaat tidak langsung menggunakan pendekatan produktivitas, preventif cost, dan nilai kompensasi serapan karbon. Selanjutanya analisis kelayakan ekonomi dilakukan dengan menggunakan parameter ENPV, EBCR, EIRR Berdasarkan hasil penelitian diperoleh manfaat langsung hutan mangrove sebagai penghasil kayu, sedangkan manfaat tidak langsung terdiri dari manfaat sebagai fungsi daerah pemijahan, pemecah gelombang dan pencegah abrasi, serta penyimpan karbon. Hasil kuantifikasi selama daur dari nilai manfaat langsung keberadaan sumberdaya mangrove adalah Rp589.638,00 sedangkan nilai manfaat tidak langsung diperoleh sebesar Rp637.325.762,00. Hasil analisis kelayakan ekonomi selama daur diperoleh nilai ENPV sebesar Rp497.550.910,00, EBCR sebesar 14,08 dan EIRR sebesar 42% yang menunjukkan bahwa kegiatan rehabilitasi menguntungkan secara ekonomi. Kata kunci: Nilai ekonomi, nilai manfaat langsung, nilai manfaat tidak langsung, hutan mangrove
ABSTRACT Mangrove forest specifically has three main functions. Those are physical, biologic, and economic. These functions will work well if the existence of mangrove is well maintained and sustainable. But the increasing of world population, industrial development, and economic needs caused serious pressure to the existence of the mangroves which can lead to the damage. The damage of mangroves area has implication to the rehabilitation activity. Therefore, this research was aimed to estimate the economic value and the feasibility of mangrove rehabilitation activities. The research was done in a 27,622 ha mangrove forest, located in Wonorejo Village. The data, for measuring the potential stands, were taken with systematic sampling with sample using 10 m x 10 m square plots. Economic valuation for direct use value was using market prices. Meanwhile indirect use value used productivity method, preventive cost and compensation of carbon storage approach. Furthermore, economic feasibility analysis was using parameters ENPV, EBCR, and EIRR. The result of this study shows the direct use value of mangrove forest as timber production. In addition, the indirect use value of mangrove forest would be: spawning area, wave breaker, abrasion prevention, and carbon storage area. The quantification value in one rotation of direct use value worth Rp.589.638,00 /ha, while the indirect use value of forest would worth Rp637.325762,00 The result of analysis economic in one rotation, NPV value as much as Rp497.550,910,00/ha 7, BCR 14,08, EIRR 42 %, which indicates that rehabilitation activities have economic benefit.
Kata Kunci : Nilai ekonomi, nilai manfaat langsung, nilai manfaat tidak langsung, hutan mangrove