Laporkan Masalah

Implementation of transfer pricing in Pertamina

NASUTION, Irvin, Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA

2002 | Tesis | Magister Manajemen

Pertamina sebagai suatu perusahaan minyak yang terintegrasi mulai dari hulu (eksplorasi dan produksi) sampai ke hilir (pengolahan, pemasaran & niaga, dan perkapalan) harus menerapkan harga transfer yang akurat untuk inengakoinidir transaksi internal atas produk dan jasa. Penerapan harga transfer yang akurat dimaksudkan untuk mendapatkan laporan keuangan yang akurat agar dapat dilakukan penilaian prestasi yang benar. Penerapan harga transfer di Pertamina ditandai dengan dikeluarkannya SK.209/’C0000/98-SO, dimana mengatur inekanisme penilaian harga transfer. Penerapan harga transfer di Pertamina banyak menggunakan harga pasar (MOPS, ICP. ICIS LOR) adalah cukup bail<, karena harga pasar inenggainbrtrkan biaya kesempatan bagi produsen dan konsumen untuk menjual atau membeli suatu produk atau jasa. Disamping itu, Pertamina inasih menggunakan aktual biaya atas pembebanan biaya angkut. Kondisi ini didalam era globalisasi tidak dimungkinkan karena ineffsiensi pada unit asal akan terbawa ke unit tujuan. Akhirnya, unit akhir tidak mempunyai keuntungan kompetitif didalam persaingan. Desentralisasi atas wewenang di Pertamina tidak sepenuhnya, ha1 ini terjadi pada proses pengadaan minyak mentah melalui kantor pusat (tak terkendali). Situasi ini mempengaruhi pengukuran prestasi, karena pembelian minyak mentah merupakan transaksf besar bagi perusahaan.

Pertamina as an Integrated Oil Company from the upstream (Exploration Production) through to the downstream (Refinery, Marketing & Trading, and Shipping) must apply accurate trunsfer pricing to accommodate intern transaction for product and services between responsibility center in Pertainina. Applying accurate transfer pricing intended to get accurate financial statement, in order to fairly performance measurement of company. Applying transfer pricing in Pertamina marked by the issuance of the Decree No. 209/C0000/98-$0 on December 4, 1998 which rules the mechanism of transfer pricing value. The transfer pricing implementation in Pertamina for products largely using market price (ICP, MOPS, TCIS LOR, etc) is sufficient enough, because market price reflects the opportunity cost for the producers and consumers to sell or purchase a product or service. Besides that, Pertamina still use actual cost in charging freight cost for distribution based-fuel oil. This condition in globalization era can not permit, because inefficiency in source unit will be passed to destination unit. Finally, end unit have not competitive advantage in market competition. Decentralization of authority in Pertamina is not fully, ths is occurs in purchasing crude oil through corporate center (Uncontrollable). This situation affect in performance measurement, because purchasing crude oil is a big transaction for company.

Kata Kunci : Manajemen Harga,Harga Transfer,Pertamina, Integrated, Decentralization, Transfer Pricing.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.