Laporkan Masalah

Produksi Berbagai Varietas Kedelai dalam Tumpangsari Kayu Putih di RPH Menggoran, BDH Playen, KPH Yogyakarta

ZANUAR AJANG S, Dr. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P.,

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kayu putih (Melaleuca leucadendron LINN.) merupakan tanaman andalan penghasil minyak atsiri yang sangat strategis bagi pengembangan usaha hasil hutan non kayu yang bernilai tinggi. Sistem pertanaman kayu putih secara umum dengan tumpangsari sepanjang pengelolaan karena pemanenan daun yang dilakukan setiap tahun. Salah satu jenis tanaman semusim yang potensial dalam tumpangsari kayu putih yaitu kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan berbagai varietas kedelai dalam tumpangsari kayu putih dan mengetahui pengaruh kondisi tegakan kayu putih terhadap produktivitas berbagai varietas kedelai. Penelitian dilaksanakan di Petak 83, RPH Menggoran, BDH Playen, KPH Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan Randomized Completetly Block Design (RCBD) dengan menggunakan 12 blok penelitian dan 6 unit eksperimen. Analisis komponen pertumbuhan, komponen fisiologis, dan komponen hasil dan hasil panen dengan metode anova dan Duncan Multiple Range of Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi tegakan kayu putih berpengaruh terhadap produktivitas berbagai varietas kedelai (komponen hasil dan hasil panen kedelai), yaitu berupa rata-rata jumlah biji pertanaman, jumlah polong pertanaman, dan bobot biji pertanaman. Potensi produksi kedelai rata-rata tertinggi terdapat pada tegakan kayu putih kondisi normal tumpangsari kedelai varietas grobogan sebesar 2.495,67 kg/ha. Produksi daun dan ranting kayu putih tertinggi terdapat pada lahan kayu putih tumpangsari kedelai Varietas Gema dengan hasil sebesar 4,75 kg.

Cajuput (Melaleuca leucadendron LINN.) is a reliable plant that produce the essential oil and very strategic for business development of non-timber forest products that has high value. Cajuput plantation system in general with intercropping system allong it’s management because of leaf harvesting for every year. One of a kind potential seasonal crops in cajuput intercropping is soybean. This study aims to determine the growth characteristics of different varieties of soybean inside the intercropping of cajuput and to knowing the effect of cajuput stand conditions to the productivity of different varieties of soybean. This study was conducted in compartment 83 RPH Menggoran, BDH Playen, KPH Yogyakarta. This study designed with Randomized Completetly Block Design (RCBD) with 12 blocks and 6 experiment units. Analysis of components of growth, physiological components, yield, and harvest components by Analysis of Variance (ANOVA) methods and Duncan's Multiple Range of Test (DMRT). The results showed that cajuput stand condition giving significant effect on yield and harvest components of soybean in form of average number of crop seeds, pods crop and crop seed weight. The average soybean production was highest at the stands of cajuput in normal conditions with Grobogan varieties in the amount of 2495.67 kg/hectare. The highest leaf and branch production of cajuput was at the stands of cajuput with Gema Varieties in the amount of 4.75 kg.

Kata Kunci : Tumpangsari, kayu putih, kedelai, produksi, Menggoran