KARAKTERISTIK TEMPAT PERINDUKAN NYAMUK (Diptera: Culicidae) DI EKOSISTEM LAGUNA BOGOWONTO, KULONPROGO, YOGYAKARTA
SIDQI AHMAD, Soenarwan Hery Poerwanto, M. Kes.
2016 | Skripsi | S1 BIOLOGIPengenalan karakter tempat perindukan nyamuk sangat penting dalam upaya mengeliminasi tempat perindukan nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis nyamuk serta karakteristik tempat perindukannya di ekosistem Laguna Bogowonto, Kulonprogo, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode purposive random sampling dengan mengamati karakteristik tempat perindukan nyamuk di tiga stasiun pengamatan berupa kolam bekas tambak di dekat pantai, hutan bakau dan kolam bekas tambak yang jauh dari pantai. Pencuplikan data dilakukan secara acak pada ketiga stasiun penelitian. Karakter yang diamati yaitu karakter fisik, karakter biologis serta faktor lingkunagan di area stasiun pengamatan. Pengambilan data sampel larva, jenis vegetasi, jenis predator dan jenis periphyton sebagai pakan larva juga dilakukan pada penelitian ini. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan disajikan secara deskriptif menggunakan tabel dan histogram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nyamuk yang melakukan perindukan di ekosistem laguna bogowonto yaitu dari jenis Anopheles sundaicus, Malaya sp. dan Culex vishnui. Karakteristik tempat perindukan nyamuk pada ekosistem laguna bogowonto berupa genangan air payau keruh, berkedalaman kurang dari 1m dengan ketinggian lokasi antara 3-9 mdpl. Kolam perindukan memiliki tipe pencahayaan terbuka, dengan suhu air berkisar antara 30-35oC, salinitas 17,58o/oo-21,34o/oo, pH berkisar 6,15-6,54 dan DO 2,09-5,34 ppm. Kolam perindukan ditumbuhi vegetasi perairan berupa rumput C. dactylon dan A. ilicifolius ditengah perairan. Jenis periphyton yang terdapat pada lokasi perindukan tersusun dari kelompok fungsional alga koloni, alga filamen, dan diatom.
Study of mosquito breeding places characteristic can lead into a successful mosquito breeding places elimination. The purposes of this research were to study mosquitos species and it’s breeding places characteristic at Bogowonto Lagoon ecosystem, Kulonprogo, Yogyakarta. This study conducted in 3 observational stations using purposive random sampling. These stations are ex shrimp-pond near coastal area, mangrove plantation area, and ex shrimp-pond far coastal area. Data were collected using random sampling in each station. Physical and biological characteristic of mosquito breeding places were observed in this study. Sampling mosquito larvae, predators, vegetations, periphyton and enviromental factors were also conducted to obtain more information comprehensively. Data were performed by histogram and table descriptively. The result of this study showed that mosquitos species founded at breeding places were Anopheles sundaicus, Malaya sp. and Culex vishnui. Breeding places characteristic in Bogowonto lagoon ecosystem were turgid brackish water, located 3-9 m above sea level, filled by under one meter water deep, direct sun light exposure, and overgrown by water vegetation C. dactylon dan A. ilicifolius in the midle of the pond. Water temperature about 30-35oC, salinity 17,58o/oo-21,34o/oo, pH 6,15-6,54 and DO 2,09-5,34 ppm. Periphyton of the pound consisted of filamentous algae, colony algae and diatoms.
Kata Kunci : Vektor, Culicidae, Tempat Perindukan, Laguna Bogowonto