THE BRITAIN OPT OUT IN THE SCHENGEN AGREEMENT
RETNO PURBOSARI, Drs. Usmar Salam, MIS
2016 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALKompleksitas Uni Eropa serta tujuan utamanya yang mengarah kepada sebuah kesatuan yang 'ever closer' (semakin dekat) adalah topik yang menarik di mana banyak peneliti yang telah mencoba untuk memecahkannya. Di Uni Eropa, UK dianggap sebagai salah satu mitra yang aneh yang mana di dalam keanggotaanya bersama Negara lain selalu mencitrakan tindakan setengah hati dalam bekerja sama, di mana keikutsertaannya bergantung pada kepentingan nasionalnya. Hal ini tidak lain didukung oleh adanya fleksibilitas yang diberikan dari Uni Eropa kepada anggotanya, yang sering memicu pemerintah Inggris untuk selalu mencoba menantang ide-ide yang datang dari UE itu sendiri. Penolakan bergabungnya Inggris pada zona Schengen merupakan salah satu contoh kasus bagaimana UK enggan mendukung proses integrasi Eropa. Fakta ini cukup signifikan dikarenakan Perjanjian Schengen itu sendiri telah lahir dan berfungsi sejak tahun 1985. Tesis ini berusaha dengan cermat mengamati faktor di balik perilaku Inggris terhadap isu permasalahn dengan mengacu pada identitas sebagai akar masalah. Juga, dalam penelitian akan dijabarkan bagaimana masalah identitas nasional yang kuat tidak hanya dapat menghambat proses integrasi Eropa, melainkan menjadi salah satu faktor penting yang menjembatani hubungan bangsa-bangsa dengan Uni Eropa. Oleh karena itu, pertama-tama akan dianalisis apa definisi identitas nasional dalam konteks hubungan UK-Uni Eropa sesungguhnya, serta nantinya akan diamati lebih jauh bagaimana melalui identitas nasional tersebut akan ditemukan hal yang lebih kompleks, seperti contohnya keamanan nasional yang ikut mendasari tindakan-tindakan dan perilaku Inggris dalam menjawab isu ketidakterlibatannya di zona Schengen.
The complexity of European Union and its goal toward an ‘ever closer’ union is an intriguing topic that many scholars have tried to solve. In the EU, UK has always been the odd partner having half-heartedly worked together. For any EU project, UK has been described as the One that will sign, join, and support, only if their national interests are in conjunction. The flexibility of EU however is what triggers the government of UK to always try to challenge the idea. The decline on Schengen Area is one of the case how UK stays reluctant to the European integration project. It is quite significant since the Schengen Agreement has been around since 1985. This undergraduate thesis tried to meticulously observe the factor behind UK’s behavior by peeking on identity as the roots of the issue. Also, it is not a matter that strong national identity hinders European integration, but rather to see how identity plays important role on both nation and EU. Therefore, firstly it will be analyzed what exactly does national identity in the context of UK-EU relationship mean and further elaborate it to other complex concerns compiled as National Security that contributes to the behavior of UK.
Kata Kunci : European Union, EU, European, United Kingdom, UK, Schengen, integration, national identity, national security.