Laporkan Masalah

PERUBAHAN STRUKTUR LANSKAP RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA YOGYAKARTA, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

GALIH ANGGA S, Dr. Ir. Lies Rahayu W.F., M.P; Mukhlison, S.Hut., M.Sc

2016 | Skripsi | S1 KONSERVASI SUMBER DAYA HUTAN

Peningkatan jumlah penduduk Kota Yogyakarta yang diakibatkan oleh urbanisasi diikuti oleh peningkatan perubahan lahan dari yang tidak terbangun menjadi terbangun yang berdampak pada penurunan kualitas lingkungan. Salah satu jaminan untuk menjaga kualitas lingkungan perkotaan yaitu ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Penelitian yang pernah dilakukan masih berfokus pada kondisi ekosistem ruang terbuka hijau, sedangkan penelitian struktur lanskap ruang terbuka hijau belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui perubahan struktur lanskap ruang terbuka hijau di Kota Yogyakarta. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan struktur lanskap ruang terbuka hijau di Kota Yogyakarta khususnya Kecamatan Gedongtengen, Gondomanan, Danurejan, Pakualaman dan Ngampilan pada tahun 2006 sampai dengan 2012 menggunakan kemampuan penginderaan jauh. Ruang terbuka hijau dipetakan sesuai interpretasi visual Citra Quickbird baik pada tahun 2006 maupun 2012. Hasil interpretasi citra dilakukan uji akurasi menggunakan Kappa Statistics. Kemudian hasil tersebut dianalisis menggunakan software FRAGSTATS 4.2 dan diklasifikasikan dalam skala lanskap metri dan kelas metrik dengan analisis parameter yang digunakan yaitu Percentage of Landscape (PLAND), Shannon’s Evenness Index (SHEI), Patch Density (PD) dan Mean Patch Size (MPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intrepretasi visual Citra Quickbird pada identifikasi ruang terbuka hijau layak digunakan untuk meneliti struktur lanskap ruang terbuka hijau dengan nilai akurasi Kappa Statistics sebesar 0,91, yakni sangat baik. struktur lanskap ruang terbuka hijau pada lima area studi yang dihitung berdasarkan nilai PD, SHEI dan MPS tidak terjadi perubahan yang tidak terlalu besar selama tahun 2006 sampai 2012. Akan tetapi, beberapa area studi mengalami perubahan yaitu Kecamatan Gondomana, Ngampilan, Danurejan, dan Gedongtengen.

The increase amount of resident in Yogyakarta city, which caused by urbanization, followed by increase in the process converting land use from rural land uses to urban land uses and has caused impacts on environment ecosystem. Open green space is one of the way to maintaining quality of environment. Previous research only focused on green open space’s ecosystem conditions, while landscape structure has not been done. So the necessity to research about landscape green open space elevated. The aims of this research is to know the changes of landscape structure of green open space in Yogyakarta city especially in Subdistrict Gedongtengen, Gondomanan, Danurejan, Pakualaman and Ngampilan in 2006 up to 2012 using remote sensing. Open green space were mapped by visual interpretation of Quickbird Imagery in 2006 or 2012. The results of image interpretation were accurated by Kappa Statistics. Those were analyzed using FRAGSTATS 4.2 and classified in a landscape scale metric and class metric that used analysis parameter with metric parameters used i.e. Percentage of Landscape (PLAND), Shannon's Evenness Index (SHEI), Patch Density (PD) and Mean Patch Size (MPS). The results show that visual interpretation of Quickbird Imagery on open green space can properly use to analyze landscape structure with accuration value of Kappa Statistics is 0,91 which is very good. There are no big changes of PD, SHEI and MPS in five location. But there are some change in Subdistrict Gedongtengen, Gondomanan, Danurejan and Ngampilan.

Kata Kunci : ruang terbuka hijau, struktur lanskap, penginderaan jauh