Kerangka kerja pengukuran Balanced scorecard sebagai alternatif pencapaian strategi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) :: Studi kasus di PT. Bank Rakyat Indonesia, Persero
MALAU, Antonius Erwin, Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA
2002 | Tesis | Magister ManajemenKondisi perekonomian Indonesia pada tahun 1997 memaksa PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) menerima dana rekapitalisasi dari pemerintah karena kekurangan modal yang diakibatkan perburukan kredit sebagai sumber pendapatan selama ini tidak mampu untuk menutupi seluruh biaya operasi dan biaya bunga simpanan. Sejalan dengan perbaikan yang dilakukan pemerintah terhadap bank rekapitalisasi, BRI juga melakukan perubahan diberbagai- bidang tennasuk menyusun visi dan misi. Visi BRI yaitu menjadi bank terkemuka dengan mengutamakan kepuasan kepada nasabah. Misi BRI yaitu melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang ekonomi rakyat, memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dengan melaksanakan praktek good corporate governance, memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Untuk mendukung visi dan misi bank, maka Kantor pusat BRI melalui divisi-divisi menetapkan corporate strategy dan strategi jangka panjang Menyadari bahwa target market pada bisnis mikro dan rite1 yang juga merupakan target market sebagian besar bank yang beroperasi, maka BRI merencanakan mengimplentasi sistem yang bersifat strategik dalam pengukuran kinerjanya, yaitu penerapan balanced scorecard sebagaimana yang dikemukanakan oleh Kaplan dan Norton (1996). Balapced scorecard melengkapi ukuran kineja finansial masa lalu dengan ukuran pendorong (drivers) kinerja kedepan yang diturunkan dari visi dan misi perusahaan yang memandang kineja perusahaan dari 4 (empat) perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Manajemen kinerja BRI memperhatikan keempat perspektif tersebut, agar dapat dilaksanakan secara efektif dipeflukan adanya kesepakatan antara atasan dan karyawan mengenai sasaran kinerja objektif yaitu “apa†yang harus dicapai dan sasaran kompetensi yaitu “bagaimana†mencapai sasaran kinerja objektif sehingga menciptakan proses manajemen kinerja yang memperhatikan aspek keuangan dan non keuangan secara seimbang, konsisten dan transparan di seluruh jajaran perusahaan, yang pada akhirnya akan tercipta good corporate govemce dan kemakmuran bagi stakeholder.
Indonesia’s economy in 1997 forced PT. Bank Rakyat lndonesia to accept recapitulation fund from the government since lack capital caused by crelt worse off. Credit as the source of revenue was not able to cover the total operational cost and saving interest cost. In accordance with the Government’s improvement to recapitulated banks, BRI changed in many ways including its mission and vision. BRI’s vision is to be leading bank with consumer satisfaction priority. BRI’s mission is to practice banking activities as good as possible specializing its service to micro, small and middle business to support people’s economy, give better service to customer through widespread net and professional human resource by good corporate governance, give optimum benefit to the parties concerned. In supporting bank’s vision and mission, BlU’s head office determined corporate strategy and long-term strategy through divisions. Realizing micro and retail business as target market for most bank’s, BRI planned to implement strategic system in term of work measure, they were balanced scorecard as said by Kaplan and Norton (1 996). Balanced scorecard completed the old financial work measures with drivers of future work descended from company’s vision and mission which sees the work of company from four perspective of finance, customer, internal business process and educating and growth. BRI’s work management paid more attention to those four perspectives in order to be applied effectively. Their application needs agreements between superiors and employees about objective work goals namely “what’’ to reach and competency goals of “how†to reach objective work goals to create work management process concerning in balanced to aspects of finance and non finance, consistent and transparent in all levels of company which all lead to the good corporate governance and prosperity for stakeholders.
Kata Kunci : Strategi Perusahaan,Balanced Scorecard, The Balance Scorecard, Performance Management