HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA REMAJA PUTRI KELAS IX DI MTSN WONOKROMO BANTUL
OLFA ARI PURNAMA, Heni Puji Wahyuningsih, M.Keb; Kusminatun, Amd.Keb.,S.Pd.,M.Sc
2016 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIKKeputihan merupakan masalah yang cukup serius dan sering dikeluhkan oleh semua wanita, pada masa remaja akan mengalami perkembangan pada organ reproduksinya, organ reproduksi pada remaja perempuan lebih sensitif daripada laki-laki karena saluran reproduksinya lebih pendek. Ketidakpedulian akan kebersihan genetalia eksterna dapat memicu terjadinya keputihan patologis. Bila masalah ini tidak ditangani sejak dini akan berdampak negatif dikemudian hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku personal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada remaja putri kelas IX di MTsN Wonokromo Bantul. Metode penelitian menggunakan metode Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu seluruh siswi kelas IX yang hadir saat penelitian. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 82 orang. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95%. Analisis data dilakukan melalui 2 tahap yaitu bivariat dan analisa multivariat dengan regresi logistik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan tentang menjaga personal hygiene dengan kejadian keputihan patologis p=0,037, hubungan sikap terhadap menjaga personal hygiene dengan kejadian keputihan patologis p=0,046, hubungan perilaku dalam menjaga personal hygiene dengan kejadian keputihan patologis p=0,002. Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian keputihan patologis adalah perilaku. Kesimpulan bahwa perilaku yang berpengaruh terhadap kejadian keputihan pada remaja putri kelas IX di MTsN Wonokromo Bantul. Perilaku yang baik akan mengurangi peluang terjadinya keputihan patologis.
Leukorrhea is a serious problem and often complained by all women, in adolescence will experience growth in their reproductive organs, reproductive organs in young women are more sensitive than men due to shorter reproductive tract. Indifference to external genital hygiene can trigger pathological Leukorrhea. If this problem is not handle early, it will have a negative impact in the future. The aim of this research was to determine the relationship of knowledge, attitudes and behavior in personal hygiene to incidence of pathological Leukorrhea in teenage girls of class IX at (Moslem Junior High School) MTSN Wonokromo Bantul. This research method using cross sectional method. The sampling technique that all students of class IX were present while research. The sample in this research as many as 82 people. The statistical test using Chi-Square test with a significance level of 95%. Data analysis was performed through two stages, bivariate and multivariate analysis with logistic regression. The Chi-Square test results showed that the relationship of knowledge about maintaining personal hygiene to the incidence of pathological Leukorrhea p = 0.037, the relationship of attitudes to maintain personal hygiene to the incidence of pathological Leukorrhea p = 0.046, the relationships of keeping personal hygiene behavior to the incidence of pathological Leukorrhea discharge p = 0.002. Results of logistic regression showed that the most dominant factor affecting the incidence of pathological Leukorrhea is behavior. The conclusion that behavior of influence to incidence of pathological Leukorrhea in teenage girls of class IX at (Moslem Junior High School) MTSN Wonokromo Bantul. Good behavior will reduce opportunities to incidence of pathological Leukorrhea.
Kata Kunci : Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Personal Hygiene, Kejadian Keputihan Patologis./ Keywords: Knowledge, Attitude, Behavior, Personal Hygiene, Incidence of Pathological Leukorrhea.