Peran Penyuluh Pertanian dalam Adopsi Budidaya Bawang Merah di Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul
NOVI ANJARWATI, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.Si.;Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D
2016 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi budidaya bawang merah di Desa Selopamioro, mengetahui peran penyuluh pertanian dalam adopsi budidaya bawang merah di Desa Selopamioro, dan mengetahui pengaruh karakteristik petani dan peran penyuluh pertanian dalam adopsi budidaya bawang merah di Desa Selopamioro. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survei. Pengambilan sampel kecamatan, desa, dan kelompok tani dilakukan secara purposive, sedangkan pengambilan sampel petani dipilih secara acak dengan metode simple random sampling (SRS) yang melibatkan 60 petani. Metode analisis yang digunakan adalah uji proporsi, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar petani memiliki tingkat adopsi budidaya bawang merah yang tinggi, dan penyuluh pertanian memiliki peran yang tinggi dalam adopsi budidaya bawang merah. Dalam hal ini, penyuluh pertanian memiliki peran sebagai motivator, komunikator, fasilitator, dan inovator. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa motivasi petani, peran penyuluh sebagai motivator, dan peran penyuluh sebagai komunikator berpengaruh secara positif dan signifikan dalam adopsi budidaya bawang merah pada alfa=5%, dan yang tidak mempengaruhi adopsi budidaya bawang merah adalah umur, pendidikan, luas lahan, peran penyuluh sebagai fasilitator, dan peran penyuluh sebagai inovator. Kata kunci : Peran, Penyuluh Pertanian, Adopsi, bawang merah, Bantul
This research aims to determine the level of adoption of red onion cultivation in Selopamioro village, determine the role of agricultural extension in adoption of red onion cultivation in Selopamioro village, and determine the influence of the characteristics of farmers and agricultural extension role in adoption of red onion cultivation in Selopamioro village. This research was conducted in Selopamioro village, Imogiri Sub Districts, Bantul Regency. The method used in this research was descriptive method with survey technique. Sampling districts, villages, and farmers have been selected purposively, while sampling farmers were randomly selected by using simple random sampling (SRS), which involves 60 farmers. The analytical method that used in the study was proportion test, and multiple linear regression analysis. The research result showed that most of the farmers have high adoption rate in red onion cultivated, and agricultural extension has a higher role in the adoption of red onion cultivation. In this case, agricultural extension has a role as a motivator, communicator, facilitator and innovator. The multiple regression test showed that the motivation of farmers, role of the instructor as motivator, and the role of the instructor as communicator positively and significantly influence to the adoption of cultivation of red onion at alfa = 5%, and the factors that have no influence on the adoption of red onion cultivation were age, education, land area, extension role as facilitator and instructor's role as an innovator. Keywords : Role, Agricultural Extension, Adoption, Red Onion, Bantul
Kata Kunci : Keywords : Role, Agricultural Extension, Adoption, Red Onion, Bantul