The Association of Gender Differences and Insomnia in Young Adults in Faculty of Medicine, Universitas Gadjah Mada
LYDIA LOI FANG JEAN, LOI, Dr. CArla Marchira Sp.KJ
2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Insomnia secara umum didefinisikan sebagai orang yang mengalami kesulitan dalam tidur yang merupakan beban umum dalam masyarakat di era ini. Insomnia adalah gangguan multifaktorial dan jenis kelamin merupakan salah satu faktor risiko. Namun, pendidikan dan kesadaran tentang insomnia dan faktor risiko yang belum diangkat yang menyebabkan deteksi terlambat dan manajemen. Pendidikan dan kesadaran tentang insomnia harus diambil dalam pertimbangan antara masyarakat, terutama pada orang dewasa muda. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara gender dan insomnia pada mahasiswa kedokteran dari Universitas Gadjah Mada. Metode: Sebuah survei studi cross-sectional pada mahasiswa kedokteran dilakukan di November 2015 (n = 254). Prevalensi gender dan insomnia nilai diukur dalam survei. Hasil: Prevalensi responden perempuan yang menderita insomnia lebih tinggi dari responden laki-laki (Perempuan = 75%, Pria = 25%). Namun, hasilnya tidak signifikan secara statistik. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara perbedaan gender dan insomnia.
Background: Insomnia is generally defined as ones have difficulty in sleeping which is a common burden in society in this era. Insomnia is a multifactorial disorder and gender is one of the risk factor. However, education and awareness regarding insomnia and its risk factors have not been raised which lead to a late detection and management. Education and awareness about insomnia has to be taken in consideration among society, especially in young adults. Objective: The present study is to explore the association between gender and insomnia in medical students of Universitas Gadjah Mada. Method: A cross-sectional study surveys on medical students were conducted in November 2015 (n=254). The prevalence of gender and insomnia score were measured in the survey. Result: The prevalence of female respondents suffering insomnia is higher than the male respondents (Female=75%, Male=25%). However, the result is not statistically significant. Conclusion: There is no association between gender differences and insomnia.
Kata Kunci : gender, insomnia, young adults