EFEK EKSTRAK ETANOL BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) TERHADAP PROFIL MIKROSKOPIK DARAH TIKUS WISTAR BETINA YANG DIINDUKSI ISONIAZID
DENNY WILLIANTO, Prof. Dr. Ediati, S.E., Apt.; Dr. Sri Mulyani Mulyadi, S.U., Apt.
2015 | Skripsi | S1 FARMASIIsoniazid (INH) merupakan agen terapi tuberkulosis lini pertama yang diketahui mempunyai berbagai efek samping, beberapa diantaranya adalah Drug Induced Lupus Erythematosus (DILE) dan toksisitas darah yang mempengaruhi regulasi sistem imun serta termanifestasi pada abnormalitas darah. Ekstrak etanol buah mengkudu (EEBM) diketahui mempunyai potensi sebagai agen imunosupresan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas EEBM sebagai substansi pendamping terapi dari bahan alam yang dapat mengurangi efek samping isoniazid dengan mengevaluasi profil mikroskopik darah mencakup perhitungan jumlah sel darah dan pengamatan morfologi darah tikus Wistar betina yang diinduksi isoniazid dalam dosis besar. Tikus berumur 8 minggu dibagi menjadi 5 kelompok (setiap kelompok berjumlah 5 ekor). Kelompok I sebagai kontrol pelarut dipejani DMSO dosis 0,5%; II sebagai kontrol INH dipejani INH dosis 150 mg/kg BB tikus; III dan IV masing-masing dipejani INH dosis 150 mg/kg BB tikus + EEBM dosis 50 mg dan 250 mg/kg BB tikus; dan V dipejani EEBM dosis 250 mg/kg BB tikus secara per oral selama 6 minggu. Pada minggu ke-4 dan ke-6, 3 tikus dari setiap kelompok masing-masing diambil darahnya melalui kantus media orbita mata untuk dievaluasi profil mikroskopik darahnya. Hasil analisis statistik terhadap jumlah sel darah dan pengamatan morfologi sel darah menunjukkan kombinasi INH-EEBM pada dosis 250 mg/kg BB tikus mampu memperbaiki efek samping isoniazid hingga minggu ke-4, sehingga EEBM mempunyai potensi peIsoniazid (INH) merupakan agen terapi tuberkulosis lini pertama yang diketahui mempunyai berbagai efek samping, beberapa diantaranya adalah Drug Induced Lupus Erythematosus (DILE) dan toksisitas darah yang mempengaruhi regulasi sistem imun serta termanifestasi pada abnormalitas darah. Ekstrak etanol buah mengkudu (EEBM) diketahui mempunyai potensi sebagai agen imunosupresan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas EEBM sebagai substansi pendamping terapi dari bahan alam yang dapat mengurangi efek samping isoniazid dengan mengevaluasi profil mikroskopik darah mencakup perhitungan jumlah sel darah dan pengamatan morfologi darah tikus Wistar betina yang diinduksi isoniazid dalam dosis besar. Tikus berumur 8 minggu dibagi menjadi 5 kelompok (setiap kelompok berjumlah 5 ekor). Kelompok I sebagai kontrol pelarut dipejani DMSO dosis 0,5%; II sebagai kontrol INH dipejani INH dosis 150 mg/kg BB tikus; III dan IV masing-masing dipejani INH dosis 150 mg/kg BB tikus + EEBM dosis 50 mg dan 250 mg/kg BB tikus; dan V dipejani EEBM dosis 250 mg/kg BB tikus secara per oral selama 6 minggu. Pada minggu ke-4 dan ke-6, 3 tikus dari setiap kelompok masing-masing diambil darahnya melalui kantus media orbita mata untuk dievaluasi profil mikroskopik darahnya. Hasil analisis statistik terhadap jumlah sel darah dan pengamatan morfologi sel darah menunjukkan kombinasi INH-EEBM pada dosis 250 mg/kg BB tikus mampu memperbaiki efek samping isoniazid hingga minggu ke-4, sehingga EEBM mempunyai potensi pengembangan sebagai agen imunosupresan pada penyakit autoimun dan ko-terapi isoniazid. Kata kunci: DILE, Toksisitas darah, Imunosupresan, Ko-terapi. ngembangan sebagai agen imunosupresan pada penyakit autoimun dan ko-terapi isoniazid.
Isoniazid (INH) is first-line tuberculosis therapy agents known to have various side effects, some of which are drug induced lupus erythematosus (DILE) and hematologic toxicity that affect the regulation of the immune system and manifest itself on the abnormality of blood profile. Ethanol extract of noni fruit (EEON) is known to have a potential as immunosuppressant agent. This research aimed to know the activity of EEON as a co-therapy substance that can reduce the side effects of isoniazid by evaluating the blood microscopic profile of isoniazid-induced female wistar rat with high dose which includes calculation of the amount of blood cells and observation of the blood cell morphology. A number of female wistar rat, aged 8 weeks, were divided into 5 groups (each group has 5 rats). The first group was given DMSO with dosage 0.5% in water; the second group was given INH with dosage 150 mg/kg; the third and fourth were given INH dosage 150 mg/kg + EEON dosage 50 mg/kg and INH dosage 150 mg/kg + EEON dosage 250 mg/kg, respectively; and the fifth was given EEON dosage 250 mg/kg, orally for 6 weeks. In the fourth and sixth week, blood of three rats from each group was taken for blood microscopic profile evaluation. The results of statistical analysis of the number of blood cells and the blood cell morphology evaluation showed the combination of INH-EEON at dosage 250 mg/kg was able to reduce the side effects of isoniazid till fourth week. Therefore, EEON has a potential as immunosuppressant agent for autoimmune diseases and isoniazid co-therapy.
Kata Kunci : Kata kunci: DILE, Toksisitas darah, Imunosupresan, Ko-terapi. Keywords: DILE, hematologic toxicity, immunosuppressant, co-therapy.