Laporkan Masalah

KAJIAN KONDISI LAYAK HUNI KOTA BALIKPAPAN BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT

PADMA SEKAR ANNISA, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, M.T., M.Sc

2015 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Kota Balikpapan memiliki misi yang salah satunya adalah mewujudkan kondisi kota yang layak huni dan berwawasan lingkungan. Sebagai salah satu kota industri serta kota perdagangan dan jasa tentu cukup sulit untuk mewujudkan misi tersebut. Terutama mengingat bahwa semakin meningkatnya jumlah penduduk yang menyebabkan peningkatan kebutuhan lahan dan berbagai macam permasalahan lain. Permasalahan-permasalahan tersebut kemudian akan mempengaruhi tingkat layak huni Kota Balikpapan. Menilik dari hal tersebut diatas, maka perlu dilakukannya kajian kondisi kota berdasarkan aspek-aspek kota layak huni. Kajian kota layak huni tersebut dilakukan dengan menggunakan indikator dari Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP). Kajian tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat layak huni Kota Balikpapan dan mengetahui indikator yang paling menentukan layak huni Kota Balikpapan yang keduanya didasarkan pada persepsi masyarakat Kota Balikpapan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan data sekunder. Sampel responden ditentukan berdasarkan teknik pengambilan sampel area sampling dan quota sampling. Teknik pengolahan data menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel dan SPSS. Analisis dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Balikpapan menurut persepsi masyarakat cenderung sudah layak huni, namun masih ada beberapa indikator yang perlu mendapatkan perhatian lebih , yaitu indikator ketersediaan fasilitas difabel, ketersediaan air bersih, biaya hidup, perlindungan budaya lokal, dan lapangan kerja. Indikator yang paling menentukan kondisi layak huni Kota Balikpapan adalah kebersihan, pengelolaan sampah, kualitas fasilitas kesehatan, ketersediaan fasilitas pendidikan, dan keamanan.

Balikpapan has several missions, one of them are to realize the condition of the city which livable and environmentally sound. As one of the industrial, trade and service city, it is certainly quite difficult to realize the mission. Especially considering that the increasing number of population which leads to the increase of demand for land and other kinds of problems. Then, these problems will affect the level of livable city of Balikpapan. Judging from the above, it is necessary to conduct a study of the condition of the city which based on aspects of livable city. The study of livable city can be conducted by using an indicator from the Association of Indonesian Planning (IAP). The study is conducted to determine the level of livable city of Balikpapan and know the most decisive indicators of livable city of Balikpapan, which both of them are based on the public perception from the citizen of Balikpapan. Data collection techniques used in this research was conducted through interview and secondary data. The sample of respondents was determined by the sampling technique of area sampling and quota sampling. Data processing techniques used Microsoft Excel software and SPSS. The analysis in this research was quantitative descriptive analysis. The result showed that the level of livable city of Balikpapan which based on public perception is moderate. The most decisive indicators of livable city of Balikpapan are the cleanliness and the quality of health facilities. Indicators that still have not made Balikpapan as a livable city are cost of living, availability of clean water and facilities for disabled people.

Kata Kunci : Kota Balikpapan, kota layak huni, persepsi masyarakat, area sampling, quota sampling/Balikpapan, livable city, public perception, area sampling, quota sampling

  1. S1-2015-313504-abstract.pdf  
  2. S1-2015-313504-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-313504-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-313504-title.pdf