Laporkan Masalah

PENGARUH PERLAKUAN EKSTRAKSI DAN JUMLAH PEREKAT ASAM SITRAT TERHADAP SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN PARTIKEL DARI PELEPAH SALAK (Salacca sp.)

DAYU KEMALASARI S, D.Agr.Sc.Ragil Widyorini, S.T., MT.

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pada saat ini terdapat limbah pangkasan pelepah salak yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pelepah salak merupakan bahan berlignoselulosa yang mengandung alfa selulosa (52%), lignin (29%), dan hemiselulosa (35%) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku papan partikel. Hal penting yang perlu dipertimbangkan adalah pelepah salak memiliki kandungan kelarutan zat ekstraktif air panas yang cukup tinggi sebesar 22%. Pengaruh keberadaan zat ekstraktif terhadap mekanisme perekatan dengan perekat asam sitrat belum pernah diteliti. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan ekstraksi dan jumlah asam sitrat terhadap sifat papan partikel pelepah salak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 faktor yang berbeda, yaitu faktor perlakuan ekstraksi (tanpa perlakuan ekstraksi dan perlakuan ekstraksi air panas) dan faktor jumlah perekat asam sitrat (0%, 10%, dan 20% berdasarkan berat partikel kering udara). Perlakuan ekstraksi air panas dilakukan pada suhu 90-100°C selama 2 jam. Pembuatan papan partikel ini dilakukan pada suhu kempa 180°C, tekanan spesifik 3,5 MPa selama 10 menit dengan dimensi papan 25x25cm. Target ketebalan 1 cm dan target kerapatan 0,8 g/cm3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan ekstraksi dan jumlah asam sitrat berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air papan, penyerapan air, pengembangan tebal, modulus patah, modulus elastisitas dan keteguhan tekat internal. Sifat papan partikel terbaik diperoleh dari papan tanpa perlakuan ekstraksi pada jumlah asam sitrat 20% yang masuk dalam standar JIS A 5908dengan menghasilkan sifat fisikayaitu nilai rata-rata kerapatan 0,86 g/cm3, kadar air papan 7,94%, penyerapan air 38,83%, pengembangan tebal 11,19%, sedangkan pada sifat mekanika diperoleh nilai rata-rata yaitu modulus patah 9,56 MPa, modulus elastisitas 2,43 GPa dan keteguhan rekat internal 0,38 MPa.

Nowadays zalacca frond waste is found in huge number but it is not used optimally. Zalacca frond is lignocellulose material that contains alpha cellulose 52%, lignin 29%, and hemicellulose 35%. It can be used as raw material of particleboards. Nevertheless, zalacca frond has 22% extractive content that could dissolved by hot water extraction. Effect of extractive content on adhesive mechanism with citric acid has not been investigated yet. Accordingly, this research intends to perceive the effect of extractive content on particleboards properties with variation of citric acid content. This research used completely randomized design with two different factors, i.e. extraction treatment (unextraction treatment and hot water extraction) and citric acid content (0%, 10%, and 20% build upon dry weight particle). Hot water extraction was done at 90-100°C during 2 hours.Particleboards was produced by hot pressing at 180°C; specific pressure of 3.5 MPa for 10 minutes; the dimension was 25x25 cm with thickness target of 1 cm and density target of 0.8 g/cm3. The result shows that interaction of extraction treatment and citric acid content affects significantly on moisture content, water absorption, thickness swelling, modulus of rupture, modulus of elasticity, and internal bond strength. The best properties of zalacca frond particleboards were obtained by unextraction treatment with 20% of citric acid content that conforms standard of JIS A 5908, i.e. 0.86 g/cm3density, 7.94% moisture content, 38.83% water absorption, 11.19% thickness swelling, 9.56 MPa modulus of rupture, 2.43 GPamodulus of elasticity, and 0.38 MPa internal bond strength.

Kata Kunci : asam sitrat, papan partikel, pelepah salak, jumlah perekat, perlakuan ekstraksi air panas