POLA AKSES MASYARAKAT LOKAL DALAM PEMANFAATAN HUTAN LINDUNG DI KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG
JOHANA B. PAEMBONAN, Dr. Ahmad Maryudi, S.Hut.,M.For.;Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr.Sc.
2016 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPenunjukan hutan lindung yang tidak memperhatikan praktek-praktek masyarakat lokal dalam mengakses hutan berdampak pada kelangsungan akses dan legalitas pemanfaatan masyarakat di hutan lindung. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengetahui pola akses pemanfaatan hutan lindung oleh masyarakat lokal di Kabupaten Pegunungan Bintang 2) Merumuskan strategi pemanfaatan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan kawasan hutan. Penelitian ini dilakukan di Kampung Okmakot Kecamatan Oksibil dan Kampung Bulangkop Kecamatan Ok Aom Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua. Metode yang digunakan dengan pendekatan metode kombinasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara yang mendalam dan penelusuran dokumen. Metode deskriptif dengan analisis Miles dan Huberman digunakan untuk mengetahui pola akses pemanfaatan hutan lindung oleh masyarakat, sedangkan untuk merumuskan strategi pemanfaatan hutan lindung menggunakan analisis SWOT serta AHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola akses pemanfaatan hutan lindung dan sumberdaya di dalamnya antara lain: pemanfaatan kawasan hutan untuk berkebun, pemanfaatan HHBK (sayuran hutan, buah-buahan, biji-bijian, rotan), serta pemanfaatan hasil hutan kayu untuk sumber energi dan kayu bangunan. Rumusan strategi pemanfaatan hutan lindung kedepannya yang ditawarkan yaitu; 1) peningkatan akses informasi bagi para pihak melalui sosialisasi batas-batas kawasan hutan menurut fungsinya, 2) peninjauan kembali penunjukan kawasan hutan khususnya kawasan dengan fungsi lindung dan konservasi di Kabupaten Pegunungan Bintang, 3) peningkatan produktivitas lahan dengan mengembangkan pola agroforestry, dan 4) pengakuan secara dejure melalui perda masyarakat hukum adat dengan pemetaan dan inventarisasi wilayah ulayat. Diharapkan rumusan ini dapat menjadi langkah awal pemanfaatan hutan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan kawasan hutan.
The designation of protected forest is somehow ignored the practical access of local communities who live around the forest. It might be carrying an impact to the continuity of the access and the legality of protected forest utilization. The aims of this research are: 1) to determine the access system of local communities in term to utilize the protected forest in Pegunungan Bintang Regency, 2) to formulize the sustainable utilization strategy for local communities and the forest area. Research study has implemented in Okmakot Village, District of Oksibil and Bulangkop Village District of Ok Aom of Pegunungan Bintang Regency Papua. Field basis data was collected through field observation, documents searches and interviews, then Miles and Hubermans descriptive method was applied to analyze the local communities access system in protected forest. While the forest utilization strategy was formulize using SWOT and AHP. The result of study shows that utilization of the forest and its resources such for cultivation, non-timber forest products (vegetables, fruits, grains, rattan) as well as wood product for fuel and building poles. Based on the analysis, several strategies of forest utilization have proposed as follows: 1) the information access enhancement for stakeholder through socialization of forest boundaries based on its function, 2) implementing a review for forest area designation especially for protected and conservation forest in Pegunungan Bintang Regency, 3) increase land productivity by developing agroforestry, and 4) de jure designation of indigenous communities through local regulations through mapping and inventory of indigenous territories. This formulation is expected to be a first step for the sustainable use of forests and forest communities
Kata Kunci : Pola Akses, Masyarakat Lokal, Pemanfaatan, Hutan Lindung.