Laporkan Masalah

PEMANFAATAN ASPEK STILISTIKA PRAGMATIK SEBAGAI STRATEGI MENGKRITIK DALAM WACANA LIRIK LAGU CAMPURSARI

NUR ROHMAN, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Linguistik

Wacana lirik lagu Campursari merupakan wacana fiksi yang bergenre puisi. Wacana tersebut tidak hanya sebagai hiburan dan ungkapan perasaaan pengarang saja, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai wahana kritik sosial. Strategi mengkritik dalam wacana lirik lagu Campursari dapat diwujudkan dengan memanfaatkan aspek stilistika pragmatik berupa tindak tutur, kesopanan positif dan negatif, dan gaya bahasa. Hal itu membuat peneliti tertarik untuk mengkaji pemanfaatan aspek stilistika pragmatik sebagai strategi mengkritik dalam wacana lirik lagu Campursari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan tindak tutur, kesopanan positif dan negatif, dan gaya bahasa sebagai strategi mengkritik dalam wacana lirik lagu Campursari. Secara umum, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tahapan metode dalam peneitian ini adalah pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Tahap pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik simak dan catat. Data yang ada kemudian diklasifikasikan berdasarkan strategi mengkritik yang digunakan. Selanjutnya data dianalisis untuk mengetehui pemanfaatan tindak tutur, kesopanan positif dan negatif, dan gaya bahasa sebagai strategi mengkritik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur, kesopanan positif, kesopanan negatif, dan gaya bahasa dapat dimanfaatkan sebagai strategi mengkritik dalam wacana lirik lagu Campursari. Pemanfaatan tindak tutur asertif, komisif, dan rogatif dapat digunakan untuk membuat strategi mengkritik tidak langsung. Tindak tutur direktif dan ekspresif dapat dimanfaatkan sebagai strategi mengkritik ganda, yaitu langsung dan tidak langsung. Tindak tutur direktif dapat dimanfaatkan untuk membuat kritik yang konstruktif dan menghendaki sasaran kritik melakukan sesuatu atau perbaikan. Tindak tutur ekspresif dapat membuat kritikan lebih mengena karena melibatkan sikap psikologis atau ekspresi pengarang. Pemanfaatan tindak tutur deklaratif tidak ditemukan sebagai srategi mengkritik dalam penelitian ini. Secara umum tindak tutur dapat dimanfaatkan sebagai strategi mengkritik secara langsung dan tidak langsung. Pemanfaatan kesopanan positif dan negatif dapat digunakan untuk menciptakan startegi mengkritik yang sopan sehingga dapat menyelamatkan muka positif dan negatif sasaran kritik. Gaya bahasa dapat dimanfaatkan sebagai strategi mengkritik secara tidak langsung, penekanan, kesopanan positif, estetis, dan kasar. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai strategi menyampaikan kritik dengan memanfaatkan aspek stilistika pragmatik, sehingga kritik yang disampaikan menjadi lebih sopan, menarik, dan estetis tanpa menyakiti perasaan sasaran kritik.

Campursari lyrics are poetic fictional discourse. They are not only means of entertaining the hearers and expressing the song writers' feeling, but also means to convey social criticism. Strategies for criticizing in Campursari lyrics can be applied by using pragmatic stylistic aspects in the forms of speech acts, positive and negative politeness, and figures of speech. This interests the writer to study the use of pragmatic stylistic aspects as means of criticizing in Campursari lyrics. This study aims to analyze the use of speech acts, positive and negative politeness, and figures of speech as the strategies for criticizing in Campursari lyrics. In general, it is a descriptive qualitative study. It is carried out through three main stages, namely: data collection, data analysis, and data display. Data collection applies by observation and recording techniques. The collected data are then classified according to the operated strategies for criticizing. They are then analyzied to identify the use of speech acts, positive and negative politeness, and figures of speech as strategies for criticizing. Result shows that speech acts, positive and negative politeness, and figures of speech can be used as strategies for criticizing in Campursari lyrics. Assertive, commissive, and interrogatif speech acts can be used to express indirect criticism. Directive and expressive speech acts can be used to express both direct and indirect crtiticism requiring the addressee to do something or betterment. Expressive speech act can make more impressive criticism since it involves the song writer's psychological attitude and expression. The use of declarative speech acts is not found as a strategy for criticizing in the study. In general, speech acts can be used to express direct and indirect criticism. Positive and negative politeness are used as polite strategies for criticizing that can keep the positive and negative face of the addressee. Figures of speech can be used to express indirect criticism, emphasis, positive, aesthetic and rude politeness. This study can share knowledge to the readers about strategies for crticizing by applying pragmatic stylistic aspects, so that the criticism can be more polite, attractive, and aesthetic without ill-treating the addressee.

Kata Kunci : Strategi mengkritik, campursari, tindak tutur, kesopanan, gaya bahasa.