Laporkan Masalah

Dynamic Governance Unit Organisasi Pusat Layanan Usaha Terpadu DIY dalam Mempersiapkan UMKM DIY Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

LINA YULIANTI, Prof. Dr. Muhadjir Darwin

2015 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bentuk ekonomi kreatif yang mampu menyokong pertumbuhan perekonomian nasional sebesar 53.2 Persen dari Produk Domestik Bruto (SME & Entrepreneurship Magazine, 2010). Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu daerah di Indonesia yang perkembangan UMKM-nya cukup pesat. Pada tahun 2012, jumlah UMKM DIY mencapai 56.6 unit, dan pada tahun 2013 jumlah UMKM DIY meningkat menjadi 1.500 unit (Data Disperindagkop DIY). Pesatnya jumlah UMKM DIY mampu meningkatkan laju pertumbuhan perekonomia DIY sebesar 0.82 persen (Disperindagkop DIY, 2014). Adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bisa menjadi peluang sekaligus tantangan bagi eksistensi UMKM DIY jika tidak dipersiapkan dengan baik. Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) DIY hadir guna membantu mempersiapkan UMKM DIY menghadapi MEA, melalui peningkatan produk unggulan UMKM DIY. Selanjutnya, konsep dynamic governance menekankan pada kemampuan atau kapabilitas organisasi PLUT DIY dalam melakukan thinking ahead, thinking again, dan thinking across sehingga mampu membantu memperkuat posisi UMKM DIY dalam MEA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mengidentifikasi sejauh mana dynamic governance PLUT DIY dalam mempersiapkan UMKM DIY menghadapi perubahan eksternal atas tantangan global kaitannya dengan MEA, dan mengetahui strategi-strategi yang telah dirancang dan dilakukan PLUT DIY dalam mempersiapakan UMKM DIY menghadapi MEA. Metode penilitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi data. Selanjutnya, data dianalisis dan diinterpretasikan berdasarkan tahapannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kapabilitas organisasi PLUT DIY dalam melakukan thinking ahead belum cukup memadai, ditunjukkan dengan adanya ketidakmampuan PLUT DIY dalam membantu UMKM DIY untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapinya. Ini disebabkan oleh terbatasnya pengetahuan/wawasan yang dimiliki oleh pegawai PLUT DIY. Pada sisi thinking again, kapabilitas PLUT DIY juga belum cukup memadai. Evaluasi yang merupakan bentuk refleksi dari PLUT DIY atas berbagai macam program kegiatannya belum cukup memberikan perubahan secara signifikan bagi penguatan posisi UMKM DIY. Cukup banyak UMKM DIY yang memiliki potensi produk unggul namun sulit berkembang. Mereka juga tidak mengakses atau memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh PLUT DIY dikarenakan ketidaktahuannya akan keberadaan PLUT DIY, yang mana hal tersebut tidak mampu diidentifikasi oleh PLUT DIY. Selanjutnya, pada sisi thinking across kapabilitas PLUT DIY juga belum cukup memadai. Hal ini ditunjukkan dengan belum cukup mampunya PLUT DIY dalam melakukan negosiasi dengan pihak-pihak yang bersinggungan dengan UMKM guna mendapatkan kesepakatan-kesepakatan kerjasama yang berguna bagi pengembangan UMKM DIY.

Micro, Small and Medium Enterprise (MSME) is a part of creative economy that has capable to supporting the national economic growth amounted to 53.2 percent of the Gross Domestic Product (SME & Entrepreneurship Magazine, 2010). The number of MSME in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) has been growing rapidly. In 2012, it is reached 56.6 units, and in 2013 increased to be 1,500 units (Data of Disperindagkop DIY). This is able to increases the DIY economic growth, rate of 0.82 percent (DIY Disperindagkop, 2014). ASEAN Economic Community (AEC) can be opportunities and challenges for MSME DIY existence if not prepared properly. Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) DIY presents to prepare MSME DIY facing the AEC, by increasing superior products of MSME DIY. Furthermore, the concept of dynamic governance emphasizes on the capabilities of PLUT DIY organizations in thinking ahead, thinking again, and thinking across, so it is able to strengthen the position of MSME DIY in AEC. This study aims to determine and identify as far as where the dynamic governance of PLUT DIY in preparing MSME DIY to face external change on global challenges due to the AEC, and to know the strategies that have been designed and carried out by PLUT DIY. This study used qualitative method with descriptive exploratory approach. Data collected through interviews, observation, and documentation of data. Furthermore, the data were analyzed and interpreted according to its stages. The results shown that the organizational capabilities of PLUT DIY on doing thinking ahead is not sufficient, that indicated by the inability of PLUT DIY in helping MSME to resolve various problem. It is caused by the limited knowledge / insight of PLUT DIY employees. On the thinking again side, capability of PLUT DIY is also not sufficient. Evaluation as reflection of the PLUT DIY various program is not sufficient to provide significant changes to strengthen the position of MSME DIY. There are some MSME DIY with potential product but it is difficult to be developed. They also never access facilities that have been provided by PLUT DIY. The lack of information of PLUT DIY existence is a reason, wich is not able to be identified by PLUT DIY. Furthermore, on the thinking across side, capability of PLUT DIY is not sufficient too. This is shown by the inability of PLUT DIY in negotiating with the other organizations that related with MSME to obtain cooperation agreements that are useful for the development of MSME DIY.

Kata Kunci : Kata Kunci: UMKM, MEA, PLUT DIY, Dynamic Governance, Thinking Ahead, Thinking Again, Thinking Across/Key Word MSME, AEC, PLUT DIY, Dynamic Governance, Thinking Ahead, Thinking Again, Thinking Across.