HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DENTAL DENGAN CURAH SALIVA PADA PASIEN SEBELUM PENCABUTAN GIGI (Penelitian di RSGM Prof. Soedomo Yogyakarta)
TUNJUNG K., tooth extraction, saliva flow, dental anxiety
2016 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN GIGIINTISARI Pencabutan gigi merupakan suatu tindakan mengeluarkan gigi dari soket tulang alveolar. Pencabutan gigi menyebabkan masyarakat sering mengalami kecemasan dental. Kecemasan dental adalah masalah klinik yang mengganggu perawatan kesehatan gigi dan mulut. Kecemasan dapat menurunkan curah saliva. Curah saliva merupakan parameter yang digunakan untuk mengetahui produksi saliva per menit, baik curah saliva yang terstimulasi maupun tidak distimulasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dental dengan curah saliva pada pasien sebelum pencabutan gigi di RSGM Prof. Soedomo Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Subyek penelitian berjumlah 15 orang dengan kriteria pasien berusia 18-45 tahun. Penilaian kecemasan menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Pengambilan curah saliva dilakukan dua kali, 1 jam sebelum pencabutan gigi dan sebelum anestesi. Curah saliva tidak terstimulasi diambil selama 5 menit. Analisis menggunakan uji parametrik Paired Sample T-Test untuk mengetahui perbedaan dan Pearson Correlation untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan curah saliva. Terdapat perbedaan pada uji Paired Sample T-Test antara curah saliva 1 jam sebelum pencabutan dan sebelum anestesi (p<0,05). Uji Pearson Correlation menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dental dengan curah saliva (p<0,05), semakin tinggi nilai kecemasan dental maka curah saliva semakin berkurang (Pearson Correlation=0,630). Kesimpulan penelitian ini yaitu kecemasan dental menurunkan curah saliva.
ABSTRACT Tooth extraction is an act of removing the tooth from the alveolar bone socket. However, Tooth extraction often makes people experience dental anxiety-a dental clinic problem that interfere oral health care. Moreover, Dental Anxiety is one of the causes that can decrease saliva flow. Saliva flow is a parameter that used to determine production of saliva per minute, both stimulated and unstimulated saliva. Hence, the purpose of this study is to determine the relationship between dental anxiety with saliva flow of patients before tooth extraction at Prof. Soedomo Hospital, Yogyakarta. This research is an observational analytic study using cross sectional approach. The subjects included 15 people with criteria for patients aged 18-45 years. Level of anxiety was assessed by using the Visual Analog Scale (VAS). Salivary flow sample was taken twice, one hour before dental extractions and before anesthesia, while unstimulated saliva flow taken for 5 minutes. Analysis was using parametric Paired Sample T-Test to determine differences and Pearson Correlation to determine the relationship between the level of anxiety and saliva flow. As the result, there are differences in Paired Sample T-Test between saliva flow 1 hour before extraction and before anesthesia (p<0,05). Pearson Correlation test showed a significant correlation between dental anxiety and saliva flow (p<0,05), which means higher level of anxiety can decrease more saliva (Pearson Correlation = 0.630). The conclusion of this study is dental anxiety can decrease saliva flow
Kata Kunci : pencabutan gigi, curah saliva, kecemasan dental.