GAMBARAN PELAKSANAAN PRAKTIK KOLABORASI DOKTER DAN PERAWAT DITINJAU DARI PENDEKATAN INTERPROFESI DI IGD RS PKU MUHAMMADIYAH KOTA YOGYAKARTA
WEMY SETIA WICAKSONO, Purwanta, S.Kp, M.Kes; Intansari Nurjannah, BSN., MNSc., Ph.D; Totok Harjanto, S.Kep., Ns., M.Kes
2016 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan instalasi yang dituntut kolaborasi yang baik antara dokter dan perawatnya dikarenakan dokter dan perawat merupakan pemberi pelayanan utama yang menangani pasien gawat darurat. Penerapan kolaborasi antar perawat dan dokter di Indonesia masih memiliki banyak kendala, sehingga mengakibatkan pelayanan kesehatan yang kurang maksimal. Penyebabnya adalah kemampuan tenaga kesehatan untuk menjalin kerjasama yang efektif dan belum tumbuhnya budaya diskusi bersama profesi lain dalam menentukan keputusan klinis pasien. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan praktik kolaborasi oleh dokter dan perawat ditinjau dari pendekatan interprofesi di IGD RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta berdasarkan usia, jenis kelamin, lama bekerja dan pendidikan terakhir. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analisis dengan menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 34 responden terdiri dari 16 dokter dan 18 perawat. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Skala Praktik Kolaborasi. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dengan distribusi frekuensi. Hasil: Praktik kolaborasi yang dilakukan oleh dokter yang mendominasi adalah pada tahap berkolaborasi sedangkan praktik kolaborasi yang dilakukan oleh perawat yang mendominasi adalah pada tahap akomodasi-kolaborasi dan berkolaborasi yang secara proporsi sama besar. Kesimpulan: Terdapat perbedaan tahap kolaborasi antara dokter dan perawat dalam praktik kolaborasi yang dilakukan.
Background: Emergency Departments (ED) is an installation which required collaboration between physicians and nurses because doctors and nurses are the main service providers that handle emergency patients. Application of the collaboration between nurses and physicians in Indonesia still has many barrier, resulting in health services less than the maximum. It is cause by the lack of health cares ability to establish an effective cooperation and they are not familiar yet to determine the patients clinical decision by discussing it with other professions. Objective: To determine the implementation of collaborative practice between physicians and nurses based on interprofessional approach towards age, sex, length of service and educations background in Emergency Departments of PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital. Methods: This study is a descriptive analysis with cross sectional design and quantitative approach. In this study, the respondents as many as 34 people composed of 16 physicians and 18 nurses. A questionnaire of Collaboration Practice Scale was used as an instrument in this study. The data analysis was used descriptive statistics test with frequency distribution. Results: The collaboration practice performed by physicians dominated on collaborate stage and the collaboration practice performed by nurses dominated on collaboration-accommodations stage, that have equal proportions. Conclusions: There are differences stage of collaboration between physicians and nurses in the practice of collaboration.
Kata Kunci : kolaborasi, kolaborasi interprofesi, kolaborasi dokter dan perawat