Laporkan Masalah

KARAKTERISTIK PENYEBARAN DAN PERTUMBUHAN Acacia decurrens Willd. DI GUNUNG MERAPI PASCA ERUPSI 2010

HARSANTO MURSYID, Ir. Dwi Tyaningsih Adriyanti, M.P. ; Ir. Suginingsih M.P.

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Gunung Merapi adalah salah satu gunung aktif di dunia. Letusan terakhir terjadi pada tahun 2010 yang mengakibatkan kerusakan, salah satunya adalah kerusakan vegetasi. Jenis yang tumbuh di Gunung Merapi pasca erupsi tahun 2010 adalah A. decurrens.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sebaran dan pertumbuhan pohon A. decurrens di Gunung Merapi pasca erupsi tahun 2010. Penelitian ini dilakukan di demplot restorasi tahun 2011 Dusun Kalikuning, Cangkringan, Sleman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling untuk memilih pohon-pohon dengan kelas diameter yang dikelompokan menjadi 5 kelas. Data yang diambil dalam penelitian ini berupa diameter batang, tinggi pohon, posisi pohon dan ciri morfologi. Pengukuran pertama dilakukan pada bulan Maret-April 2014 dan pengukuran kedua pada bulan April-Mei 2015. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan indeks dispersi untuk mengetahui pola persebaranya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola persebaran pohon A. decurrens di lokasi demplot restorasi dengan kelas diameter <3,00 cm pada tahun 2014 adalah merata dan pada tahun 2015 adalah mengelompok. Pada kelas diameter 3,01-5,00, 5,01-7,00, 7,01-10,00, dan >10,00 cm tidak mengalami perubahan pada tahun pengamatan 2014 maupun 2015, pola persebaranya adalah merata. Karakteristik pertumbuhan A. decurrens di lokasi penelitian menunjukan bahwa pada kelas diameter <3,00 cm dan >10,00 cm menunjukan perubahan yang signifikan dengan riap pertumbuhan diameter sebesar 1,66 cm dan pertambahan tinggi sebesar 2,07 m.

Mount Merapi is one of active mountains in the world. The last eruption happened in 2010 caused several damages, one of them is vegetation damage. A. decurrens is one of kinds that grows in mount Merapi after the 2010 eruption. The research was aimed to find out the distribution and growth characteristic of A. decurrens after the 2010 eruption. The research was conducted in restoration area 2011, Kalikuning village, Cangkringan, Sleman. The method used was purposive sampling. It was used to sort the trees with diameter class which was grouped into 5 types. The data taken were the diameter breast height, position, and morphology features of the trees. The first measurement was conducted in March-April 2014 and the second one was in April-Mei 2015. The data were analized using the dispersion index to find out the distribution pattern. The result of the research showed that the distribution pattern of A. decurrens in restoration area with the diameter class <3 cm was prevalent in 2014 but in 2015 it was clustered. The diameter class 3,00-5,00 cm, 5,01-7,00 cm, 7,01- 10,00 cm, and >10,00 cm doest not change in 2014 as well as in 2015, it was prevalent. The growth characteristic of A. decurrens in research area in diameter class <3,00 cm and >10 cm showed the significant changes with the diameter growth 1,66 cm and 2,07 of height.

Kata Kunci : Acacia decurrens, pola penyebaran, dan pertumbuhan

  1. S1-2016-358025-abstract.pdf  
  2. S1-2016-358025-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-358025-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-358025-title.pdf