PERSIAPAN IMPLEMENTASI CLINICAL PATHWAY DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
MELIARDI, Prof. dr. Mohammad. Hakimi, Sp.OG (K), Ph.D;Dr. dr. Andreasta Meliala, Dip IPH, M. Kes, MAS
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Rumah sakit merupakan rujukan dari pelayanan primer yang diharapkan dapat memenuhi kepuasan pasien sesuai dengan standar pelayanan medis dan pedoman pelayanan yang ada. Pembayaran pra upaya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dengan pola tarif INA-CBG's memaksa dokter harus efisien dengan tetap mempertahankan kualitas mutu pelayanan. Fungsi utama clinical pathway adalah untuk mengendalikan biaya kesehatan sebagai bagian dari paradigma managed care. Dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional, clinical pathway merupakan salah satu syarat utama pengendalian biaya dan pengendalian mutu layanan pasien. RSUD dr. M. Yunus Bengkulu telah menerapkan clinical pathway tetapi belum sepenuhnya dilakukan. Tujuan: Mengeksplorasi persiapan implementasi clinical pathway di instalasi rawat inap RSUD Dr M. Yunus Bengkulu. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus deskriptif, dengan rancangan penelitian desain kasus tunggal holistik (single holistic). Pemilihan informan penelitian ini dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Hasil Penelitian: RSUD dr. M. Yunus Bengkulu belum siap dalam implementasi clinical pathway. Hal ini disebabkan oleh: dukungan kebijakan Pelaksanaan clinical pathway di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu belum maksimal, masih kurangnya sosialisasi ke seluruh bagian, kurangnya keterlibatan SDM tim multidisiplin dalam penyusunan clinical pathway. Selain itu ketersediaan SDM tenaga medis spesialis dan subspesialis untuk mendukung clinical pathway belum memadai, dan ketersediaan sarana teknis yang mendukung penerapan clinical pathway masih ada yang belum tersedia. Kesimpulan: Perlu membuat kebijakan tentang petunjuk teknis operasional dalam pelaksanaan serta sosialisasi terkait clinical pathway oleh Kementerian Kesehatan RI. RSUD dr. M Yunus Bengkulu diharapkan agar membuat kebijakan tentang petunjuk teknis operasional dalam melaksanakan clinical pathway, melakukan sosialisasi, motivasi, dan edukasi keseluruh bagian, membentuk tim multi disiplin dalam penyusun clinical pathway, mengupayakan ketersediaan tenaga medis spesialis dan subspesialis yang masih kurang, dan mengupayakan ketersediaan sarana teknis penerapan berupa format clinical pathway.
Background: A hospital is a referral unit from primary care services. It should meet patients' satisfaction in accordance with the standards and procedures of medical care. Prospective Payments system endorsed by the Social Health Insurance Company (BPJS Kesehatan) through INA-CBG's force doctors to be efficient while maintaining quality of service. The main function of clinical pathways is to control health costs as part of a managed care paradigm. In the National Health Insurance system, clinical pathways is one of the main requirements of cost control and quality control of patient care. Dr. M. Yunus Bengkulu has not implemented clinical pathways methods fully. Objective: To explore the preparation of the implementation of clinical pathways for inpatients in Dr. M. Yunus Bengkulu Hospital Methods: This is a descriptive case study, a holistic single case design (single holistic). The selection of research informants have been done by purposive sampling. The data was collected by in-depth interviews, observation and document study. Results: dr. M. Yunus Bengkulu Hospital has not ready in implementing of clinical pathways fully. This is due to: support for the implementation of clinical pathways policy inpatient dr. M. Yunus Bengkulu is not maximum, lack of dissemination to all departments, lack of human resources and multidisciplinary team capable for the preparation. Besides, there are not enough specialists and sub specialists to support an adequate clinical pathways. There are also not enough technical means to support the implementation of clinical pathways. Conclusion: A policy for the implementation and dissemination of clinical pathways by the Ministry of Health should be formed. Dr. M Yunus Bengkulu Hospital is expected to make manuals and SOP in implementing clinical pathways, dissemination, motivation, and education to all departments, forming a multi-disciplinary team in developing clinical pathways, recruiting specialists and subspecialists that are still lacking, and seek availability of facilities for technical implementation of clinical pathways.
Kata Kunci : clinical pathway, dukungan, hambatan, persiapan implementasi