PENGEMBANGAN RADIO KOMUNITAS LINTAS MERAPI OLEH FMYY JEPANG DALAM RANGKA MITIGASI BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI
EKANTO HASAN, Robi Wibowo, S.S., M.A.
2016 | Skripsi | S1 SASTRA JEPANGABSTRAK Pengembangan Radio Komunitas LINTAS MERAPI oleh FMYY Jepang dalam rangka Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Merapi Ekanto Hasan Penelitian ini menganalisis aspek kerjasama internasional antara Radio Komunitas FM Yoboseyo Yumen (FMYY) Jepang dengan LINTAS MERAPI FM melalui metode penelitian observasi non partisipan. Program kerjasama internasional tersebut berupa program pengembangan radio komunitas dalam rangka mitigasi bencana Erupsi Gunung Merapi yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif penelitian kerjasama internasional, media komunitas, dan mitigasi bencana. Gunung Merapi merupakan gunung api yang sangat aktif dan diprediksi memiliki potensi erupsi di masa mendatang. Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah yang hanya terletak sekitar 4 KM dari puncak gunung berada di ambang resiko kerusakan yang sangat besar karena erupsi. Oleh karena itu, masyarakat Desa Sidorejo berupaya mengurangi resiko bencana dengan mendirikan Radio Komunitas LINTAS MERAPI FM sebagai media untuk bertukar dan berbagi informasi kebencanaan di daerahnya. Kegiatan yang diprakarsai oleh masyarakat setempat tersebut kemudian diperkenalkan oleh perwakilan LINTAS MERAPI FM dalam Forum Asosiasi Penyiar Radio Komunitas Dunia (AMARC) pada tahun 2008 dan menjadi cikal bakal program pengembangan oleh FMYY Jepang. Sejak Bulan Oktober 2012, FMYY dan LINTAS MERAPI FM bekerjasama dalam bentuk Program Kemitraan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk mengembangkan radio komunitas agar dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai system mitigasi bencana daerah. Penyusunan skripsi ini diawali dengan pengumpulan data melalui survei lapangan, wawancara terhadap masing-masing koordinator radio komunitas, dan warga Desa Sidorejo terkait kegiatan LINTAS MERAPI FM dan keterlibatan FMYY Jepang, serta dokumentasi lokasi penelitian berupa catatan, foto, dan dokumen terkait lainnya. Selain itu, penulis juga mengutip literature dalam Bahasa Indonesia, Inggris, dan Jepang sebagai data pendukung. Selanjutnya, data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan teori manajemen dan mitigasi bencana, serta mitigasi bencana melalui radio komunitas. Selain itu,analisis SWOT digunakan untuk mengetahui peran FMYY dengan menilai perubahan LINTAS MERAPI FM sebelum dan sesudah adanya program kerjasama melalui 4 faktor yaitu Kekuatan (S), Kelemahan (W), Peluang (O), Ancaman (T). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa keterlibatan FMYY Jepang mampu menambah kegiatan LINTAS MERAPI FM dalam rangka mitigasi bencana Erupsi Gunung Merapi berbasis komunitas. Sebagai contoh, sebuah produk rekaman suara dalam Bahasa Indonesia dan Jawa yang menginstruksikan langkah evakuasi saat terjadi erupsi yang bernama Disaster Management Audio Material (DMAM) disiarkan on-air secara rutin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana. Kemudian, penguatan organisasi siaga bencana desa sebagai kegiatan off-air dengan mengusung konsep Community Based Disaster Risk Management in Kobe (BOKOMI) dan pertukaran pengetahuan mitigasi bencana berbasis komunitas di Jepang, khususnya dalam pemanfaatan radio komunitas untuk mitigasi bencana. Namun demikian, peran FMYY Jepang tidak cukup memberikan solusi terhadap permasalahan produksi program dan praktek manajemen radio yang dihadapi oleh LINTAS MERAPI FM. Oleh karena itu, perhatian dan kontribusi nyata dari berbagai pihak eksternal (lebih tinggi dari pemerintah daerah) sangat dibutuhkan di masa mendatang.
ABSTRACT Development of LINTAS MERAPI Community Radio by FMYY to Mitigate the Eruption Disaster of Mount Merapi Ekanto Hasan This study was to analyze aspect of an international collaboration between the community radio of FM YoboseyoYumen (FMYY) and LINTAS MERAPI FM through non participant observation research method. The collaboration program is realized by developing a community radio program in order to mitigate Mount Merapi volcanic eruption disaster which take place in special region of Yogyakarta (DIY) and Central Java. The analysis were conducted in the perspective of international collaboration research, community media, and disaster mitigation Mount Merapi is a very active volcano and has the potential to erupt in the future. Sidorejo Village, Kemalang District, Klaten Region, Central Java Province which situated only 4 kilometers from the top of the volcano is very vulnerable due to the eruption. Hence, the people of Siderojo Village endeavor to reduce the risk of the volcanic eruption disaster by establishing the community radio LINTAS MERAPI FM as a media for sharing and exchanging disaster information in the region. An activity was initialized by the local representative who introduced LINTAS MERAPI FM to the Forum of World Association of Community Radio Broadcasters (AMARC) in 2008. Consequently, the moment led to FMYY Japan made a partnership program with LINTAS MERAPI FM. In October 2012, FMYY, LINTAS MERAPI FM, and Japan International Cooperation Agency (JICA) developed community radio to be used optimally as a tool of local disaster mitigation. This under-graduate thesis was started by collecting data through field surveys, interviews of each community radio team and villagers of Sidorejo about LINTAS MERAPI FM activities, involvement of FMYY Japan, as well as documentation of rearch site such as notes, photographs, and other related documents. The author also took some citations in Bahasa Indonesia, English, and Japanese as supporting data. Compiled data were then analyzed using disaster management and mitigation theory, disaster mitigation by using community radio. In addition, SWOT analysis was employed to study the role of FMYY JAPAN in the change of LINTAS MERAPI FM activities before and after the collaboration program by valuating 4 factors through Strength (S), Weakness (W), Opportunity (O), and Threat (T). Based on analysis results showed that the involvement of FMYY Japan was able in enriching LINTAS MERAPI FM activities to mitigate Mount Merapi volcanic eruption disaster. As an example, a voice recording product in Bahasa Indonesia and Javanese which give instructions of evacuation in the time of eruption called Disaster Management Audio Material (DMAM). DMAM has being broadcasted regularly to raise local people awareness on disaster mitigation. Moreover, strengthening the village disaster response unit in off-air activity by adopting the Community Based Disaster Risk Management in Kobe (BOKOMI) and exchanging information related to community based disaster mitigation in Japan, especially in the use of community radio to mitigate disaster. However, FMYY Japan is not adequately contribute to solve any problems that are still faced by LINTAS MERAPI FM such as programs production and radio management practices. Therefore, attention and real contribution of various external parties (higher than local government) is really needed in the future.
Kata Kunci : Gunung Merapi, Bencana Erupsi Merapi, Mitigas Bencana, Radio Komunitas, LINTAS MERAPI, FMYY